nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesepakatan Program Nuklir Dilanggar, Iran Ingatkan Korea Utara Jangan Percaya Pada AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 15:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 09 18 1934129 kesepakatan-program-nuklir-dilanggar-iran-ingatkan-korea-utara-jangan-percaya-pada-as-izjNhSQNBY.jpg Presiden Iran, Hassan Rouhani. (Foto: Reuters)

TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani memperingatkan menteri luar negeri Korea Utara bahwa Amerika Serikat (AS) bukanlah pihak yang bisa dipercaya. Hal itu disampaikan Rouhani di saat Washington berusaha membuat sebuah kesepakatan untuk menghentikan program nuklir dan rudal balistik Pyongyang.

"Kinerja administrasi AS dalam tahun-tahun ini telah menyebabkan negara itu dianggap tidak dapat dipercaya dan tidak dapat diandalkan di seluruh dunia karena tidak memenuhi kewajibannya," kata Rouhani kepada Ri Yong Ho di tengah kunjungan Menlu Korea Utara itu ke Teheran sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (9/8/2018).

BACA JUGA: Rouhani: AS Akan Menyesal Jatuhkan Sanksi Pada Iran

Iran menolak ajakan AS untuk berunding menjelang diberlakukannya sanksi baru terhadap Teheran oleh Washington pekan ini. Teheran mengatakan, tidak akan bernegosiasi setelah AS keluar dari kesepakatan yang ditandatangani pada 2015 untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai ganti penghentian program nuklir.

"Dalam situasi saat ini, negara-negara sahabat harus mengembangkan hubungan dan kerja sama mereka di (masyarakat internasional)," tambah Rouhani yang mengatakan, Iran dan Korea Utara selalu memiliki hubungan yang dekat.

BACA JUGA: Tak Pedulikan Ancaman AS, China Akan Terus Lakukan Bisnis dengan Iran

Menlu Ri berkunjung ke Iran setelah menghadiri pertemuan ASEAN di Singapura di mana dia bertemu dengan Menlu AS, Mike Pompeo. AS dan Iran berjanji untuk bekerjasama mewujudukan denuklirisasi di Semenanjung Korea, namun belum bisa mencapai kesepakatan mengenai bagaiaman cara melakukannya.

Dia mengatakan bahwa keputusan AS menjatuhkan kembali sanksi kepada Iran adalah sebuah pelanggaran terhadap aturan internasional. Ri juga menyatakan keinginan Korea Utara menjalin kerja sama lebih erat dengan Iran untuk menghadapi unilateralisme AS.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini