PAN & PKS Akan Laporkan Tudingan Mahar Politik, Budiman Sudjatmiko Semangati Andi Arief

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Sabtu 11 Agustus 2018 20:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 11 605 1935223 pan-pks-akan-laporkan-tudingan-mahar-politik-budiman-sudjatmiko-semangati-andi-arief-F4SY3aDV5q.jpg Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko, memberikan semangat kepada Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, terkait mahar politik Rp500 juta ke PKS dan PAN.

Dalam akun Twitternya, @budimandjatmiko, ia menyemangati agar Andi Arief tidak usah khawatir karena PKS dan PAN akan membawa ke ranah hukum soal mahar politik. Ia menyatakan, Andi Arief harus menjalani hal tersebut dengan kepala tegak ketika masuk ke ruang sidang, selama bukan menjadi terdakwa dalam kasus korupsi.

"Bukan hal menakutkan kan untukmu ruang pengadilan itu? Selama bukan kamu sbg terdakwanya krn kasus korupsi, masuki ruang sidangnya dgn kepala tegak. Begitu juga saat keluar dari pintunya...sbg pemenang," tulisnya, Sabtu (11/8/2018).

Cuitan Budiman itu menanggapi kicauan penjelasannya Andi Arief soal mahar politik terhadap PAN dan PKS.

Dalam akunnya, @AndiArief_, ia menjelaskan soal mahar politik Rp500 miliar itu.

"Soal Mahar ke PKS dan PAN maaing2 500 M ini penjelasan Saya: Sekjen Hinca, Waketum Syarief Hasan dan sekrt Majelis tinggi partai Amir Syamaudin mendapat penjelasan itu langsung dari tim kecil Gerindra Fadli zon, Dasco, Prasetyo dan Fuad Bawazier 8 Agustus 2018 pk 16.00," kicaunya.

Ia berharap, kicauannya soal Rp500 miliar itu agar Prabowo Subianto dapat lebih bijak dalam memilih cawapres.

Lalu, pada 9 Agustus 2019, ia menyatakan ada pertemuan SBY-Prabowo. Dalam pertemuan itu, kata dia, SBY mengusulkan calon lain, selain Sandiaga Uno, AHY, serta Salim Segaf.

(Baca Juga : Mahfud MD Bakal Beberkan Kronologi Terkait Cawapres Pekan Depan)

"Prabowo tetap tak hiraukan usul SBY soal tokoh netral. Herannya Zul Has dan Salim Al Jufri juga berubah pendiriannya dari harus figur dari PAN atau PKS atau tokoh netral tiba2 aepakat memilih aetuju Sandi yang juga dari gerindra, ada apa?," tulisnya.

Andi mengaku terpaksa men-tweet untuk menjelaskan duduk perkara soal mahar Rp500 miliar itu, hal tersebut karena PAN dan PKS, kata dia, akan membawa mahar politik Rp500 miliar ke ranah hukum.

"Saya terpaksa mentuit soal mahar ini karena PAN dan PKS memberi ancaman untuk membawa ke ranah hukum. saya siap dan kesempatan ini menjelaskan pada publik," pungkasnya.

(Baca Juga : Sudirman Said Anggap Prabowo-Sandiaga Jawaban Kebutuhan Indonesia)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini