Ricky menyampaikan hal itu merespons statemen sejumlah pihak, termasuk salah satu petinggi Golkar bahwa "parpol beringin" akan terimbas coattail effect Pilpres 2019 sehingga sulit mencapai target perolehan 110 kursi parlemen.

Karena itu, Ricky menandaskan, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, tak perlu mundur dari posisi menteri perindustrian di Kabinet Kerja.
"Justru kerja kader Golkar menjadi salah satu pendongkrak kinerja pemerintah, sehingga masuk daftar bakal calon wapres, meski akhirnya Pak Jokowi memilih Kiai Ma'ruf Amin untuk menampung aspirasi umat Islam yang menginginkan ulama menjadii cawapres," ucap dia.
Ricky menjelaskan, modal Golkar cukup besar untuk mencapai target 110 kursi parlemen karena kinerja dan soliditas kader di pusat dan daerah yang sukses memenangi pilkada dan Kerja para Caleg yang mulai bergerak di Dapil masing masing dalam rangka untuk meraih kemenangan dalam pileg nanti.