LOMBOK – Sepekan sudah gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) melanda wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, bencana alam yang menimbulkan korban jiwa 392 orang serta korban luka-luka 1.353 orang itu masih membekas di benak para korban selamat. Tidak terkecuali di Dusun Timur Tengah, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.
Gempa yang terjadi sekira pukul 18.46 WIB, Minggu 5 Agustus 2018, itu menghancurkan bangunan sarana pendidikan, sarana ibadah, kesehatan, fasilitas umum, dan rumah penduduk. Termasuk juga permukiman di Dusun Timur Tengah, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan. Akibatnya, warga setempat kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke tenda-tenda.
Dua hari usai gempa, warga di Dusun Timur Tengah belum mendapat bantuan dari pihak mana pun. Baik itu berupa tenda, makanan siap saji, maupun kebutuhan sehari-hari. Warga terpaksa bertahan hidup dengan memakan dedaunan yang ada di sekitar perkarangan rumahnya.
Mirisnya lagi, mereka mencari ikan yang tersimpan di bawah reruntuhan bangunan rumah. Hal itu dilakukan lantaran bantuan makanan belum sampai di Dusun Timur Tengah. Sementara bantuan mulai berdatangan ke daerah mereka pada Selasa 7 Agustus.
