nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerugian Akibat Gempa di Lombok Capai Rp5,04 Triliun

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 13:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 13 340 1935789 kerugian-akibat-gempa-di-lombok-capai-rp5-04-triliun-MiFQumA9xi.jpg Warga melintas di antara reruntuhan bangunan imbas gepa di Lombok. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA – Kerugian akibat gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp5,04 triliun. Jumlah itu merupakan hasil hitung sementara dampak gempa di NTB, baik berkekuatan 6,4 SR pada 29 Juli 2018 maupun 7 SR pada 5 Agustus 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dampak kerugian ekonomi akibat gempa di NTB sangat besar. Ia menjelaskan, kerugian Rp5,04 triliun itu merupakan hasil sementara hitung cepat yang dilakukan Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.

“Angka ini sementara, hanya berdasarkan basis data pada 9/8/2018. Dipastikan dampak ekonomi lebih dari Rp5,04 triliun nantinya,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (13/8/2018).

Kerugian Rp5,04 triliun itu berasal dari berbagai sektor. Paling banyak berasal dari sektor permukiman, mencapai Rp3,82 triliun.

Rumah rusak akibat gempa Lombok. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

Sutopo merincikan, kerugian Rp5,04 triliun tersebut berasal dari sektor permukiman Rp3,82 triliun, infrastruktur Rp7,5 miliar, ekonomi produktif Rp432,7 miliar, sosial budaya Rp716,5 miliar, dan lintas sektor Rp61,9 miliar.

“Kerusakan dan kerugian terbanyak adalah sektor permukiman yang kenyataan puluhan ribu rumah penduduk rusak berat, bahkan banyak yang rata dengan tanah,” jelasnya.

Secara wilayah, Sutopo memaparkan, kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB paling banyak adalah di Kabupaten Lombok Utara yang mencapai lebih dari Rp2,7 triliun. Berikutnya Kabupaten Lombok Barat mencapai lebih dari Rp1,5 triliun, Lombok Timur Rp417,3 miliar, Lombok Tengah Rp174,4 miliar, dan Kota Mataram Rp242,1 miliar.

“Dampak kerusakan dan kerugian ekonomi di Bali masih dilakukan perhitungan,” katanya.

Ia mengatakan, kerusakan dan kerugian ini sangat besar. Apalagi jika nanti data sudah terkumpul semua, ia melanjutkan maka jumlahnya akan lebih besar.

Rumah rusak akibat gempa Lombok. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

Perlu triliunan rupiah untuk melakukan perbaikan kembali dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Perlu waktu untuk memulihan kembali kehidupan masyarakat dan pembangunan ekonomi di wilayah NTB. Pemerintah pusat akan terus mendampingi masyarakat dan Pemda NTB.

“Pendampingan ini bukan hanya saat tanggap darurat saja, tetapi saat pascabencana melalui rehabilitasi dan rekonstruksi pun,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat akan terus membantu, bahkan sebagian besar bantuan yang disalurkan berasal dari pemerintah pusat. Skala penanganan dampak dampak gempa saat ini sesungguhnya sudah nasional.

(Baca Juga : 436 Orang Meninggal Akibat Gempa di NTB)

“Artinya kapasitas nasional yang digerakkan untuk penanganan darurat saat ini sudah skala nasional, baik pengerahan personel, anggaran, logistik, peralatan, dan manajerial,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 436 orang meninggal dunia akibat gempa 7 skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) minggu lalu. Paling banyak korban tewas berada di wilayah Lombok Utara.

(Baca Juga : BMKG Catat Ada 593 Gempa Susulan di Lombok hingga Hari Ini)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini