PKPI: Prabowo Anggap Rizieq Bukan Bagian Penting dalam Pilpres 2019

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 06:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 22 605 1939779 pkpi-prabowo-anggap-rizieq-bukan-bagian-penting-dalam-pilpres-2019-hDvxfjFiyq.jpg Prabowo dan Habib Rizieq Shihab bertemu di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Ist)

JAKARTA – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi, menilai pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bukanlah bagian penting dalam Pemilu 2019.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengatakan sosok Rizieq bisa menjadi kunci kemenangan bagi pasangan bakal calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Kalau Rizieq jadi penentu, tidak akan mungkin Prabowo 'khianati' keinginan Rizieq soal cawapres. Padahal PAN dan PKS sudah sepakat atas keinginan Rizieq," kata Teddy saat dihubungi Okezone, Rabu (22/8/2018).

Pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab. (Foto: Dok Okezone)

Hasil ijtimak ulama 212 dalam Pilpres 2019 yakni merekomendasikan Prabowo Subianto mengambil cawapres dari kalangan ulama, yakni Salim Segaf Aljufry dan Ustadz Abdul Somad (UAS).

Namun, Prabowo justru memilih Sandiaga Uno menjadi cawapres pendampingnya. Saat ini ulama 212 pun belum menentukan arah politiknya di 2019 atas pilihan politik Prabowo tersebut.

(Baca Juga : Habib Rizieq Bisa Menjadi Penentu Kemenangan di Pilpres 2019)

Teddy berujar, tidak dilaksanakannya rekomendasi ijtimak ulama 212 oleh parpol koalisi pendukung Prabowo berarti sama saja menganggap Rizeiq bukan bagian penting dalam Pemilu 2019.

"Artinya apa? Artinya secara hitungan politik, untuk bisa menang, Rizieq bagi Prabowo bukan menjadi penentu dan dianggap bukan bagian penting dalam pemilu ini," pungkas Teddy.

(Baca Juga : Dongkrak Elektabilitas Prabowo, Sandiaga Jadi Magnet untuk Pemilih Emak-Emak dan Kaum Terpelajar)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini