Esthy pun memuji Festival Paju Jalur yang mampu masuk dalam Calendar of Events Kementerian Pariwisata.
“Masuk dalam Calendar of Events Kementerian Pariwisata tidak mudah. Sebab harus melewati kurasi terlebih dahulu. Tahun depan, kurasi akan lebih diperketat. Karenamelibatkan kurator-kurator handal. Tapi dengan pelaksanaan yang baik, apalagi Festival Pacu Jalur sudah berusia ratusan tahun, saya yakin event ini akan masuk Calendar of Event 2019,” paparnya.
Dalam pembukaan Festival Pacu Jalur 2018, budaya melayu sangat menonjol. Selain Tarian Sombah Carano, ada juga penampilan Tari Manyokok. Yaitu menceritakan tentang kegiatan masyarakat dalam mencari ikan. Sajiannya menarik. Mampu menarik perhatian pengunjung.

Selain itu, ada juga aksi lempar pantun khas Melayu juga ditampilkan. Lempar pantun sudah diawali sejak Gubernur Riau dan Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural hendak menuju tribun kehormatan. Begitupun saat tamu-tamu undangan memberikan sambutan.