Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wali Kota Filipina yang Masuk Daftar Hitam Duterte Tewas Ditembak di Kantornya

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 05 September 2018 |16:16 WIB
Wali Kota Filipina yang Masuk Daftar Hitam Duterte Tewas Ditembak di Kantornya
Mariano Blanco tewas ditembak di kantornya pada 9 September 2018. (Foto: Facebook)
A
A
A

MANILA – Seorang wali kota di Filipina yang masuk dalam daftar Presiden Rodrigo Duterte sebagai pejabat yang diduga memiliki hubungan dengan perdagangan narkotika telah tewas ditembak di kantornya pada Rabu.

Mariano Blanco yang menjabat sebagai Wali Kota Ronda menjadi korban terakhir dari serangkaian pembunuhan terhadap pejabat dalam beberapa bulan terakhir, beberapa diduga memiliki hubungan dengan perdagangan narkotika, beberapa lainnya tidak. Banyak pihak yang meyakini bahwa perang melawan narkotika yang diumumkan Presiden Duterte sejak 2016 telah mendorong terjadinya pembunuhan-pembunuhan tersebut.

BACA JUGA: Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak Dalam Dua Hari, Ada Dugaan Penembaknya Jaringan Narkoba

Berdasarkan keterangan kepala kepolisian lokal, Blanco ditembak oleh beberapa pria bersenjata di kantornya lewat tengah malam. Para pelaku masih belum dapat diidentifikasi.

"Para saksi mengatakan empat orang bersenjata turun dari van putih dan memasuki balai kota ... Walikota ada di sana saat dia tidur di kantornya," kata Inspektur Senior Jayr Palcon kepada AFP, Rabu (9/5/2018).

Tidak diketahui mengapa Blanco memutuskan untuk menginap di kantornya malam itu. Wali kota berusia 59 tahun itu dinyatakan tewas di rumah sakit. Motif penembakan ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Pembunuhan Blanco berselang setahun setelah Komisi Kepolisian Nasional mencabut kewenangannya atas kepolisian setempat karena dugaan terlibat dalam perdagangan narkotika ilegal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement