nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengamanan di Sampang Diperketat Pasca-Putusan MK Pilkada Diulang

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 11:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 06 519 1946770 pengamanan-di-sampang-diperketat-pasca-putusan-mk-pilkada-diulang-uzUgZPTvIX.jpg Ilustrasi personel kepolisian. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

SURABAYA – Pengamanan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, diperketat pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menggelar pemungutan suara ulang (PSU) dengan berdasarkan pada daftar pemilih tetap (DPT) yang telah diperbaiki.

Sebelumnya telah dilakukan pemungutan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sampang 2018 yang didasarkan DPT tidak valid dan tidak Iogis. PSU tersebut dilaksanakan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak putusan ini dibacakan.

MK juga memerintahkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) beserta jajaran Polres Sampang dan Polda Jatim melakukan pengamanan dalam pelaksanaan putusan ini sesuai kewenangannya.

(Baca juga: MK Putuskan Pilkada di Sampang Harus Diulang)

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, pengamanan di Kabupaten Sampang memang menjadi perhatian usai putusan MK yang menyebutkan pilkada ulang. Polisi akan mengerahkan kekuatan tambahan dalam melakukan pengamanan.

"Jelas dong sangat itu (pengetatan pengamanan). Memang jadi perhatian kita. Polisi jamin akan ada kekuatan tambahan dalam lakukan pengamanan," terang Barung kepada Okezone, Kamis (6/9/2018).

Sidang MK. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

Ia menambahkan, pihaknya menjamin keamanan masyarakat di Kabupaten Sampang. Pelaksanaan pemungutan suara ulang pun nantinya bisa berjalan lancar dan aman, sebagaimana diharapkan masyarakat.

Seperti diketahui, pasangan Hermanto-Suparto mengajukan gugatan ke MK terkait perselisihan hasil Pilkada Sampang 2018. "Pasangan Mantap" menuding telah terjadi pelanggaran dalam proses Pilkada Sampang.

Mereka akhirnya kalah dari pasangan Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat dengan selisih 4.445 suara. Pasangan Hermanto-Suparto meraih 252.676 suara, sementara pasangan Slamet Junaidi-Abdullah mendapat 257.121 suara.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini