Share

Kantor Konsulat Iran di Irak Dibakar Massa

Antara, · Sabtu 08 September 2018 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 08 18 1947834 kantor-konsulat-iran-di-irak-dibakar-massa-FMdhe4jkkR.jpg Ilustrasi (Foto: Forbes)

BAGHDAH - Seorang pentugas keamanan mengatakan ada puluhan demonstran pada 7 September 2018, menyerbu Konsulat Iran di Kota Basra, Irak Selatan, dan membakar gedung tersebut. 

"Pegawai Iran telah meninggalkan gedung itu dan pergi ke tempat aman sebelum serangan. Demonstran juga bergerak ke arah Konsulat AS, tapi gagal akibat langkah pengamanan yang ditingkatkan," kata sumber tersebut (yang tak ingin disebutkan jatidirinya), seperti dilansir dari laman Xinhua, Sabtu (8/9/2018).

Pemrotes juga menyerang markas kelompok Asa'ib Ahl Al-Haq, yang didukung Iran, dan membakar gedungnya di Daerah Bareiha di Basra Tengah. Tindakan itu menyulut balasan sengit dari petempur kelompok tersebut. 

Asa'ib Ahl Al-Haq, atau Liga Rakyat Kebenaran, adalah bagian dari brigade Hashd Shaabi. Kelompok tersebut diduga didanai, dilatih dan dipersenjatai oleh Pasukan Al-Quds, Iran, selama pendudukan AS atas Irak dan belakangan menjadi sekutu pemerintah pimpinan Syiah.

 Beberapa saksi mata lokal mengatakan demonstran membakar gerbang Kompleks Istana Presiden di pinggir kota itu, yang meliputi beberapa rumah pejabat senior lokal dan beberapa pangkalan brigade paramiliter Hashd Shaabi.

Ilustrasi Demo

Baca Juga: India Bangun Patung Tertinggi di Dunia untuk Hormati Pahlawan Nasional

Sementara itu, Qais Al-Khaz'ali, Kepala Kelompok Asa'ib Ahl Al-Haq, mengancam akan "turun tangan dengan keras" jika "keadaan mencapai tingkat yang mengancam keberadaan negara".

"Membakar markas Asa'ib Ahl Al-Haq dan beberapa partai di Basra bermotif politik dan memiliki hubungan dengan pergolakan kekuasaan di Irak," kata Al-Khaz'ali dalam satu wawancara dengan stasiun televisi lokal.

Demonstrasi tersebut adalah bagian dari protes berhari-hari di daerah penghasil minyak Provinsi Basra di Irak Selatan. Selama protes itu, ratusan demonstran yang marah membakar gedung pemerintah provinsi dan kantor partai politik utama serta markas beberapa milisi Syiah dalam protes atas korupsi yang tersebar luas dan pencemaran air di provinsi tersebut.

Basra, Ibu Kota Provinsi dengan nama yang sama, telah lama menyaksikan keluhan di kalangan lebih dari dua juta warganya mengenai ambruknya prasarana, pemadaman listrik dan korupsi. Pasokan air di provinsi itu juga dikecam banyak pihak karena tingginya kadar garam, dan ribuan warga telah dirawat di rumah sakit.

Pemrotes juga menuduh partai politik yang berpengaruh berada di belakang korupsi yang tersebar luas, yang mengarah kepada tingginya angka pengangguran dan kegagalan dalam pemulihan pasokan air, listrik dan layanan dasar lain.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini