TURKI- Turki sekali lagi memperingatkan “pertumpahan darah” akibat dari ofensif pemerintah Suriah terhadap pertahanan pemberontak terakhir di Idlib.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengulangi peringatan itu, Jumat (7/9/2018) sementara KTT trilateral yang melibatkan Turki dan Rusia, serta diselenggarakan oleh Iran, tampaknya akan berakhir dengan kebuntuan sehubungan upaya menghindari konflik di Idlib.
“Kami tidak mau Idlib berubah menjadi pertumpahan darah,” kata Presiden Erdogan pada konferensi pers bersama rekan setaranya dari Rusia dan Iran. “Setiap serangan yang dilancarkan terhadap Idlib akan berakhir dengan bencana, pembantaian, dan sebuah tragedi kemanusiaan yang besar,” demikian ditambahkan oleh Erdogan.

Baca Juga: Barack Obama Serang "Hal-Hal Gila" dari Donald Trump