Kerusuhan itu telah memaksa Kementerian Dalam Negeri untuk menerapkan jam malam di Basra.
Seorang pejabat di bandara Basra mengatakan tiga roket Katyushka buatan Russia menghantam pinggiran bandara itu pada Sabtu pagi, tapi tidak ada laporan mengenai korban. Tidak ada orang atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan operasi bandara tetap berjalan seperti biasa.
Pada Jumat (7/9), ratusan demonstran di Basra menyerbu konsulat Iran di kota itu dan membakarnya sambil menyerukan “Iran keluar dan Bebaskan Irak.”
Berbagai sumber mengatakan bahwa penduduk di kota yang penduduknya sebagian besar warga Syiah menuduh partai-partai politik yang didukung Iran mengadakan campur tangan dalam urusan dalam negeri Irak.
Media Arab melaporkan bahwa Iran telah menutup perbatasannya dengan Irak setelah serangan atas konsulatnya dan mendesak warga Iran agar meninggalkan Basra dengan segera.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.