Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

17 Tahun Tragedi WTC: 4 Perubahan Penting dan Perkembangan Islam di Amerika

Agregasi VOA , Jurnalis-Selasa, 11 September 2018 |07:23 WIB
17 Tahun Tragedi WTC: 4 Perubahan Penting dan Perkembangan Islam di Amerika
Foto: Reuters
A
A
A

AMERIKA SERIKAT - Selasa pagi, 11 September 2001 adalah salah satu hari terkelam dalam sejarah Amerika. Empat pesawat penumpang dibajak teroris untuk ditabrakkan ke sejumlah objek penting di Amerika.

Tiga di antaranya mengenai target: gedung kembar World Trade Center (WTC) di Kota New York dan Pentagon, di Virginia. Satu pesawat lainnya yang disebut menyasar Washington, D.C., namun gagal. Total hampir 3.000 nyawa melayang akibat rangkaian serangan teroris ini.

Kini, 17 tahun telah berlalu. Banyak hal penting dan perubahan yang terjadi di Amerika terkait peristiwa itu. VOA Indonesia merangkum empat di antaranya.

Terjun ke medan perang

“Warga Amerika tidak hanya akan menyaksikan satu perlawanan, tetapi rangkaian perlawanan yang tidak pernah kita lihat sebelumnya,” kata Bush.

Perang pun digencarkan di Afghanistan untuk mencari Osama bin Laden, pimpinan al-Qaida yang disebut menjadi dalang serangan 11 September.

Anggaran raksasa pun dikeluarkan untuk menjalankan “perang” ini. Pada tahun pertama “War on Terror”, Kongres Amerika mengucurkan dana darurat untuk perang sebesar $29,3 miliar atau sekitar Rp430 triliun.

Langkah ini disusul dengan pengiriman tentara Amerika ke Irak pada 21 Maret 2003. Bush menyebut CIA memprediksi ada senjata pemusnah massal di negara tersebut.

Alhasil, anggaran yang dikucurkan untuk perang di Afghanistan dan Irak terus melonjak. Pada penghujung periode kedua Bush di Gedung Putih, program “War on Terror” telah menghabiskan $1,164 triliun atau sekitar Rp18 ribu triliun.

Sekitar 10 tahun setelah Peristiwa 11 September, di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama, Osama bin Laden yang diburu, bisa ditemukan Pasukan Khusus Angkatan Laut Amerika dalam sebuah operasi di Pakistan, dan terbunuh pada 2 Mei 2011.

Pada Desember 2014, Obama pun mengumumkan penghentian operasi militer di Afghanistan. Namun, munculnya kelompok yang menyebut diri mereka ISIS di Irak dan Suriah, membuat “War on Terror” terus berlanjut.

Obama total mengucurkan $807 miliar atau sekitar Rp12 ribu triliun pada dua periode kepemimpinannya. Sementara, Trump telah menganggarkan $156 miliar atau sekitar Rp2.300 triliun untuk “War on Terror”.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement