nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Cuma di Pasar Rebo, Ini Sederet "Petualangan" Agustinus di Atas Baliho dan Sutet Jakarta

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 08:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 14 338 1950268 bukan-cuma-di-pasar-rebo-ini-sederet-petualangan-agustinus-di-atas-baliho-dan-sutet-jakarta-AW11pUOmeC.jpg Aksi Agustinus Woro di Baliho Kawasan Pasar Rebo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Agustinus Woro kembali menggemparkan warga dengan memanjat papan reklame di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ini bukan sekali atau dua kalinya Agus memanjat papan reklame ini, sebelumnya ia memanjat tower sutet. Agus merupakan warga Flores, Nusa Tenggara Timur. Balik dari ‘hobi’ nya yang sering memanjat itu ia melakukan aksi protes lantaran tidak teriman atas kematian keponakannya.

Diketahui pada tanggal 31 Januari 2013, Agustinus (30) memanjat tower di jalan Gatot Subroto, Jakarta selatan. Pakaian yang ia pakai serba putih, agus bergelantungan di ketingian 27 meter dengan busana yang mirip pocong. Dan bertahan lebih dari 3 hari.

9 Oktober 2013, Agustinus kembali memanjat papan reklame di perempatan Pondok Indah, Jakarta Selatan lantaran ia ingin bertemu dengan Jokowi, ia juga mengancam polisi yang akan naik untuk menolongnya dengan bambu yang ia bawa, ia menggunakan kaos hitam, masker hijau dan topi biru. Ia memanjat papan reklame sejak tanggal 8 Oktober sore.

7 Juli 2014, Agus memanjat JPO Halte Gelora Bung Karna, Senayan, Jakarta Selatan. Ia menuntut pemerintah agar pendidikan di Pelu dan Flores gratis, ia melakukan aksinya sejak tanggal 4.

26 September 2016, aksi Agus kini memanjat sutet dikawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Motif kali ini ia memanjat memprotes untuk eksekusi Oknum Hakim Mafia, ia memanjat diketinggian 30 meter, ketika salah satu petugas ingin membujuknya, Agus malah menyiram bensin ke petugas itu. Ia bertahan selama 3 hari.

9 Desember 2016, Agus memanjat papan reklame puluhan meter di grogol, Jakarta Barat. Alasannya adalah ia kecewa dengan proses hokum terkait kematian ponakannya pada 10 Juli lalu, Agus tidak percaya ponakannya meninggal karena kecelakaan. Dan bertahan selama 5 jam.

16 Desember 2016, kali ini Agus memanjat baliho berketinggian 20 meter, di Jalan Panjang, Kedoya Utara Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia membentangakan spanduk bertuliskan “Panti Sosial Bukan Penjara, Anak Jalanan Bukan Penjahat” aksinya tersebut memakan waktu 10 jam.

2 Januari 2017, papan reklame di Halte Busway Harmoni kini menjadi tempat panjatan Agus dengan membawa spanduk “Eksekusi Oknum Hakim Mafia”,”Hukum Oknum Dandim Ngada Sengaja Bunuh Anak Yatim” ia juga sudah mempersiapkan bekal, dan juga membawa gunting untuk mengusir petugas yang akan menyelamatkannya.

14 Agustus 2017, Agus memanjat sutet di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia bertahan selama 30 jam, aksi ini juga sama untuk mengusut tuntas kasus kematian keponakannya. Dan

18 November 2017, Agus kembali berulah memanjat Baliho di depan Menara Mulia, Setia Budi, Jakaarta Selatan. Ia juga memanjat dari hari sebelumnya. Dan tidak diketahui apa motif nya memanjat.

12 September 2018, Agus kemballi berulah di Baliho Pasar Rebo, dikabarkan bahwa Agus berada di atas baliho sampai sekarang juga belum turun, ia akan turun jika ia dipertemukan dengan Jimly Asshiddiqie seorang mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini