KOPENHAGEN – Seorang polisi wanita di Denmark tengah diselidiki setelah dia memeluk seorang wanita yang mengenakan niqab pada demonstrasi menentang pelarangan penutup wajah wanita di negara tersebut. Insiden itu terjadi pada 1 Agustus lalu, hari di mana aturan larangan penutup wajah di Denmark mulai berlaku.
Momen yang tertangkap oleh kamera juru foto Reuters itu telah beredar dan menimbulkan kemarahan dari Partai Liberal yang anti-imigran dan partai lainnya yang melaporkannya pada kepolisian.
"Foto itu membuat polisi menjadi aktor yang tidak disengaja dalam perdebatan politik yang sangat sensitif yang seharusnya tidak mereka ikuti," kata anggota parlemen dari Partai Liberal, Marcus Knuth kepada media sebagaimana dilansir RT, Kamis (27/9/2018).
Dia menambahkan bahwa peran polisi adalah untuk "memberlakukan hukum, tidak memeluk orang yang menentangnya." Namun, dia mengakui bahwa dia tidak yakin apakah wanita itu dipeluk karena simpati atau karena dia sakit.
Pengacara polisi wanita itu mengatakan laporan tersebut "benar-benar tidak masuk akal," dan bahwa kliennya bertindak tepat dalam perannya sebagai "petugas yang berdialog." Wanita yang mengenakan niqab tersebut tampak menangis di foto itu.