nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hakim Tolak Eksepsi Bos Abu Tours

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 17:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 08 340 1961167 hakim-tolak-eksepsi-bos-abu-tours-h3FUI3zm4b.jpg Sidang bos Abu Tours, Hamzah Mamba (Foto: Herman Amiruddin)

MAKASSAR - Pengadilan Negeri Makassar kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa bos Abu Tours, Hamzah Mambah, Senin (8/10/2018).

Sidang digelar dengan agenda pembacaan putusan sela  oleh Majelis Hakim Denny Lumban Tobing atas eksepsi yang diajukan terdakwa.

Hakim menyatakan, keberatan atas eksepsi yang diajukan oleh penasehat hukum bos Abu Tours tersebut sehingga tidak dapat diterima. "Menyatakan keberatan atau eksepsi penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima," kata Denny dalam sidang putusan sela yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar.

Sidang Bos Abu Tours 

Menurut hakim, surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinyatakan sah sebagai dasar dalam pemeriksaan perkara tersebut dan Pengadilan Negeri Makassar berwenang untuk mengadili dan memeriksa perkaranya.

(Baca Juga: Ini Peran Istri Bos Abu Tours dalam Dugaan Pencucian Uang 86 Ribu Jamaah Umrah)

Maka, persidangan pun akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi pada agenda selanjutnya.

Sementara Penasehat Hukum Hamzah Mamba, Hendro Saryanto sebelumnya mengatakan perkara ini adalah sebenarnya adalah perdata.

"Kenapa kita bilang perdata karena ada perjanjian. Karena probelmnya perjanjian itu ada yang tidak ditepati. Yang kemudian menjadi perisrtiwa pidana," kata Hendro.

Sehingga, lanjutnya, izinnya dicabut. 32 lembar isi eksepsi yang dibacakan poinnya dalam kasus yang dialami kliennya tidak lebih hanyalah sebagai kasus perdata.

"Teman-teman harus tahu saat itu bagaimana Hamzah Mamab berjuang. Yang terjadi izinnya dicabut. Jika mengalami masalah financial. Berikan maklumat yang terjadi izinnya dicabut," kata dia.

"Seharusnya Kemenag menyelamatkan. Ikut masuk menyelamatkan jamaah. Kasihan jamaah dan Hamzah juga sudah ditahan," imbuhnya.

Ia pun menilai, perjanjian tersebut belum selesai, dan dirinya merasa heran persoalan itu dianggap sebagai tindak pidana.

"Walaupun ditahan dia bisa berangkatkan orang. Saat ini, apa yang mereka peroleh. Karena ini adalah perjanjian," ungkap Hendro.

Ia menolak, jika Hamzah Mamba didakwa pasal berlapis seperti penggelapan dan pencucian uang oleh jaksa penuntut umum.

"Hamzah Mamba itu sudah dari dulu ada niat baiknya untuk memberangkatkan. Ini sebenarnya hanyalah kasus perdata bukan pidana," ujar Hendro.

Hamzah Mamba diajukan ke pengadilan dengan dakwaan merugikan 96.976 calon jamaah umrah dari 16 provinsi. Ia diduga menyelewengkan uang setoran umrah senilai Rp1,2 triliun lebih, karena tidak memberangkatkan jamaah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini