nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Grup Gay Pelajar di Garut, MUI: Ini Kejahatan Luar Biasa

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 08 Oktober 2018 19:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 08 525 1961272 soal-grup-gay-pelajar-di-garut-mui-ini-kejahatan-luar-biasa-qmIEqly5tP.jpg Foto: Ist

BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, menyayangkan adanya grup gay (penyuka sesama jenis) ‎dalam media sosial Facebook. Terlebih lagi, dalam grup tersebut, banyak anggota yang diduga merupakan pelajar.

"Dari dulu yah kelompok LGBT ini sudah saya perhatikan. Ini kejahatan yang luar biasa," ungkap Rachmat Safe'i Ketua MUI Jabar, melalui sambungan telefonnya, Senin (8/10/2018).

Atas itu, dirinya mendorong pihak terkait untuk turun dan juga peduli dengan adanya grup Facebook tersebut. "Kita juga sangat prihatin yah, di sini tak hanya orangtua, tapi semuanya pihak harus peduli dengan itu," jelasnya.

Rachmat menuturkan, salah satu pendorong berubahnya pola sex menyimpang ini, ia mengatakan dari hasil perbincangan dengan perlindungan anak, penyuka sesama jenis lebih tidak beresiko.

"‎Memang itu setelah tanya, itu sering anak-anak itu lebih baik seperti itu lepas dari tanggung jawab," jelasnya.

‎Seperti diketahui, masyarakat dihebohkan dengan adanya grup di media sosial Facebook. Yang menjadi heboh, grup tersebut diduga menjadi tempat perkumpulan komu‎nitas sex sesama jenis antar-pelajar.

(Baca Juga: Heboh Grup Gay Pelajar SMP-SMA di Garut, Anggotanya Ribuan)

Dari pantauan wartawan, grup tersebut kumpulan pelajar di Kabupaten Garut. Mereka menamakan grup tersebut, dengan nama 'Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut.

Dalam informasinya, grup tersebut memiliki ribuan anggota. Tercatat ada 2490 anggota dalam grup tersebut. Dengan adanya grup tersebut, sejauh ini pihak kepolisian tengah menerima informasi tersebut.

(Baca Juga: Viral Grup Gay Pelajar di Garut, MUI: Itu Perilaku Menyimpang)

"Iya betul ada informasi terkait itu (ada grup tersebut)," ujar Kapolres‎ Garut AKBP Budi Satria Wiguna, saat di konfirmasi melalui sambungan telefonnya.

Sejauh ini, Budi mengatakan, jajarannya tengah lakukan penyelidikan akan keberadaan grup tersebut. "Kita tengah lakukan penyelidikan," jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini