nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putra Mantan PM Thailand Didakwa Atas Kasus Pencucian Uang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 10 18 1962232 putra-mantan-pm-thailand-didakwa-atas-kasus-pencucian-uang-Cji1WReduR.jpg Ilustrasi.

BANGKOK – Putra mantan Perdana Menteri Thaksin Sinawatra didakwa atas tuduhan pencucian uang oleh pengadilan Thailand pada Rabu. Pendukung Thaksin, yang saat ini masih buron, menuding dakwaan terhadap Panthongtae Shinawatra tersebut didasari oleh motif politik untuk menghalangi keluarga politikus berpengaruh itu menjelang pemilihan umum Thailand yang akan digelar tahun depan.

Panthongtae yang biasa dipanggil dengan nama ‘Oak’ mendatangi kantor Jaksa Agung Thailand pada Rabu untuk menghadapi dakwaan dengan ditemani saudarinya dan anggota senior dari Partai Puea Thai yang didukung keluarga Thaksin.

BACA JUGA: PM Thailand Janji Gelar Pemilihan Nasional Pada Februari 2019

Pengacara Oak, Chumsai Sriyaphai mengatakan, kliennya selalu menolak semua tuduhan dan menyatakan tidak bersalah dalam kasus ini. Oak sendiri menolak memberi komentarnya kepada media.

"Panthongtae Shinawatra akan dituntut atas tuduhan pencucian uang dan berkonspirasi untuk mencuci uang sebesar 10 juta baht," demikian pernyataan Kejaksaan Agung yang dilansir Reuters, Rabu (10/10/2018).

Tahun lalu, pihak berwenang secara resmi menuntut Panthongtae dengan tuduhan menerima cek sebesar 10 juta baht (Rp4,6 miliar) pada 2004, yang berhubungan dengan kasus korupsi sebelumnya atas pinjaman palsu sebesar 9,9 miliar baht yang dibuat oleh bank milik negara, Bank Krungthai saat ayahnya menjabat sebagai perdana menteri.

Jika terbukti bersalah, Panthongtae bisa menghadapi hukuman penjara hingga 10 tahun. Undang-undang pembatasan selama 15 tahun yang berlaku atas kejahatan itu akan berakhir tahun depan, jika dia tidak dibawa ke pengadilan.

BACA JUGA: Perjudian Thaksin untuk Kembali ke Panggung Politik

Thaksin Shinawatra yang pernah berkuasa selama lebih dari satu dekade di Thailand berada di pihak yang berlawanan dengan pemerintahan militer Negeri Gajah Putih. Dia saat ini hidup di pengasingan untuk menghindari hukuman penjara atas tuduhan korupsi menyusul kudeta 2006 yang menggulingkannya.

Saudara perempuan Thaksin, Yingluck Shinawatra, yang digulingkan sebagai perdana menteri pada 2014, melarikan diri dari Thailand pada Agustus tahun lalu untuk menghindari dakwaan dalam kasus kelalaian kriminal yang disebut bermotif politik. Yingluck divonis lima tahun penjara melalui pengadilan in absentia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini