nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Akui Pelayanan Pemda di Sulteng Belum Maksimal

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 17:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 10 337 1962197 jokowi-akui-pelayanan-pemda-di-sulteng-belum-maksimal-zIarhog1G0.jpeg Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenarkan bahwa pelayanan pemerintah daerah (pemda) belum maksimal di Sulawesi Tengah (Sulteng). Pasalnya, keluarga dari para pejabat itu juga turut menjadi korban dalam bencana gempa dan tsunami.

"Informasi yang saya terima pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, setelah saya perintahkan buka, ya buka. Tapi, bahwa pelayanan itu belum maksimal iya, karena juga banyak keluarga mereka yang jadi korban, ya kan," kata Jokowi di Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

 Anak-anak korban gempa dan tsunami Sulteng

Jokowi menilai, belum maksimalnya pelayanan di Sulteng juga terjadi karena para pejabat penyelenggara pemerintah daerah juga banyak yang kehilangan rumah akibat diterjang tsunami. Bahkan, ratusan polisi dikabarkan terseret arus tsunami.

"Baru ketemu 30 (polisi) informasi yang saya terima," ucapnya.

(Baca Juga: Kantor Pemerintah di Sulteng Sudah Mulai Beroperasi Pasca Gempa-Tsunami Palu)

Kepala Negara meminta semua pihak buat memahami kondisi di lapangan. Jangan asal mendesak agar pemerintah segera mengatasi masalah tersebut. "Kondisi lapangan berbeda dengan yang seperti kita bayangkan," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyoroti bahan bakar minyak (BBM) yang sudah mulai tercukupi di daerah bencana tersebut. Selain itu, pasokan listrik juga sudah di atas 70 persen beroperasi.

Menurut dia, kecepatan pelayanan itu juga harus diapresiasi. Langkah yang sedang juga dilakukan adalah tengah mengoperasikan lagi tiang yang roboh, membetulkan kabel-kabel yang terputus, dan semua dikerjakan secara manual.

"Gardu listrik yang tujuh roboh, sudah. Sekarang hampir 70 persen aliran listrik sudah bisa diselesaikan," ujar dia.

Pascagempa dan tsunami Palu 

Penanganan masalah bencana gempa dan tsunami seperti ini, sambungnya, memerlukan waktu untuk membuat kembali normal. Dia meminta kepada semua pihak tak berkomentar tanpa mengetahui kondisi di lapangan.

"Masih ada kekurangan iya, saya akui iya, karena keadaannya enggak pada posisi ideal dan normal untuk menyelesaikan masalah itu. Oleh sebab itu, kita terjunkan TNI, Polri, pusat, BNPB semuanya," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini