nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Resmi Tetapkan Bupati Malang Tersangka Suap dan Gratifikasi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 17:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962754 kpk-resmi-tetapkan-bupati-malang-tersangka-suap-dan-gratifikasi-I4v02wAhms.jpg Bupati Malang Rendra Kresna (Avirista/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna sebagai tersangka. Rendra disangkakan melanggar dua pasal sekaligus yakni terkait suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Jawa Timur dan dugaan penerimaan gartifikasi.

"KPK menemukan dua bukti permulaan yang cukup adanya dua dugaan tindak pidana korupsi," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konpers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Pada perkara pertama, Rendra ditetepkan tersangka bersama-sama dengan pihak swasta Ali Murtopo (AM). Rendra diduga menerima suap Rp3,45 miliar dari Ali Murtopo terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ‎tahun anggaran 2011.

"KPK meningk‎atkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan dua orang tersangka yaitu RK (Rendra Kresna) dan AM (Ali Murtopo)," terang Saut.

Saut Situmorang (Heru/Okezone)

Saut menyayangkan praktik korupsi Rendra Kresna di sektor pendidikan. Terlebih, proyek pendidikan di Kabupaten Malang tahun 2011 mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) khususnya dalam pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

Kemudian, pada perkara kedua, Rendra diduga menerima gratifikasi sebesar Rp3,55 miliar selama menjabat Bupati Malang selama dua periode. Mantan Politikus NasDem tersebut diduga menerima gratifikasi bersama-sama dengan pihak swasta Eryk Armando Talla.

"KPK juga telah menemukan bukti permulaan yang cukup sehingga meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan dengan dua tersangka yakni, RK dan EAT (Eryk Armando Talla)," ujar Saut.

Menurut Saut, Rendra tidak pernah melaporkan penerimaan gratifikasi tersebut kepada KPK. Ditambahkan Saut, gratifikasi yang diterima Rendra dan Eryk berasal dari sejumlah proyek di sejumlah dinas Pemkab Malang.

"KPK akan terus mendalami dugaan penerimaan-penerimaan tersebut dalam proses penyidikan ini," tekan Saut.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap sarana pendidikan, Rendra disangkakan melanggar Pasal‎ 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara yang diduga pemberi suap, Ali Murtopo disangkakan melanggar Pasal‎ 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terkait penerimaan gratifikasi, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayai (1) ke-1 KUHP.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini