nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kode "Buah" Jadi Tanda Terima Uang Rp1 Miliar untuk Eni Saragih

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 20:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962835 kode-buah-jadi-tanda-terima-uang-rp1-miliar-untuk-eni-saragih-vmqPSUPwSQ.jpg Tersangka korupsi PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Staf ahli Anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Tahta Maharaya, mengaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi, Samin Tan, pernah menitipkan uang untuk bosnya sebesar Rp1 miliar. Uang itu diduga suap terkait pemulusan sebuah proyek.

Hal tersebut diungkapkan Tahta saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap kesepaka‎tan kontrak kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1 untuk terdakwa Johanes Budisutrisno Kotjo, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

"Seusai berita acara pemeriksaan, saya terima (uang-red) dari Pak Indra Permadani, Pak Idrus Marham, Pak Samin Tan," ungkap Tahta menjawab pertanyaan hakim terkait penerimaan uang kepada Eni selain dari Kotjo.

Tahta menjelaskan, uang Rp1 miliar itu disimpan oleh staf Samin Tan dalam sebuah tas dengan diberi kode “buah”. Namun, Tahta enggan menyebut terang nama staf Samin Tan dalam persidangan.

"Di situ saya dikasih berupa tas saja. Saya enggak tahu isinya. Enggak lihat uangnya, perkiraan saya uang. Ada tanda terimanya, bunyinya 'buah'," kata Tahta.

Eni Saragih bersaksi dalam sidang  dugaan suap proyek PLTU Riau-1 untuk terdakwa Johanes Budisutrisno Kotjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/10/2018). (Arie Dwi Satrio/Okezone)

Tahta mengaku baru mengetahui secara pasti isi tas tersebut uang Rp1 miliar setelah bosnya, Eni Maulani Saragih, ditangkap KPK. Eni menjelaskan kepada Tahta bahwa isi tas dari staf Samin Tan berisi uang.

"Awalnya saya enggak tahu. Pas kroscek di pemeriksaan, saya tahu itu dari Ibu Eni uangnya Rp1 miliar," ungkap Tahta.

Ia tidak mengetahui secara jelas maksud pemberian dari Samin Tan tersebut kepada Eni.‎ Sebab, saat akan bertemu dengan staf Samin Tan, Tahta hanya diberi kontak untuk melakukan pertemuan terkait pengambilan uang tersebut.

"Saya dikasih kontak sama Ibu (Eni Saraghi-red) untuk menghubungi stafnya itu. (bertemu) di kantor Samin Tan," terang Tahta.

(Baca Juga : Eni Saragih Akui Minta Sofyan Basir "Perhatikan" Jatah Idrus Marham di PLTU Riau-1)

Eni merupakan tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Eni diduga bersama-sama Idrus Marham menerima hadiah atau janji dari Kotjo yang sedang disidang hari ini.

Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

(Baca Juga : Sofyan Basir Disebut Dapat Jatah Paling The Best di Proyek PLTU Riau-1)

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini