Prabowo Sebut Ada Pengkhianatan Dilakukan Elite terhadap Rakyat

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 22:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 605 1962877 prabowo-sebut-ada-pengkhianatan-dilakukan-elite-terhadap-rakyat-8TIK58OfK9.jpg Prabowo Subianto hadiri Rakernas LDII (Foto: Harits Tryan)

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami sebuah masalah. Di mana, masalah tersebut adalah sebuah tindakan pengkhianatan oleh elite bangsa terhadap rakyatnya sendiri.

“Saya melihat ada satu pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa kita sendiri terhadap rakyatnya,” kata Prabowo saat di acara Rakernnas LDII di Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

(Baca Juga: Hadiri Rakernas LDII, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Minta Dukungan)

Dikatakan Prabowo, elite bangsa ini sudah tidak memikirkan kepentingan besar kepada bangsa dan lebih mementingkan kepentingan pribadi. Bahkan, sudah berjalan selama puluhan tahun.

“Ini berjalan sudah puluhan tahun. Ini sudah saya bicara di mana-mana,” tutur dia.

 Prabowo

Akibatnya, sambung Prabowo, terjadi keadaan paradoks, keadaan kejanggalan. Imbasnya, negara yang begini kaya dengan sumber daya alam tengah mengalami tekor dikarenakan adanya penghianatan itu.

“Komoditas-komoditas hebat ada di kita, tetapi kita sebagai bangsa bisa dikatakan sekarang ini kita tekor,” papar Prabowo.

Tak hanya itu, Prabowo pun juga menyoroti terkait melemahnya nilai tukar rupiah yang terus merosot. Ia pun menilai itu menandakan bangsa Indonesia bertambah miskin.

“Kalau mata uang kita merosot itu tandanya kita tambah miskin. Kalau 1 dolar katakanlah 10 ribu lima tahun lalu kalau sekarang 15 ribu berarti kita sekarang tambah miskin. Kita kerja sama, penghasilannya sama, nilainya tidak sama . Nilainya sudah Merosot setengah,” ujarnya.

Meski begitu, Prabowo mengaku tak bermaksud untuk menuding partai atau kelompok tertentu. Ia juga mengakui sempat menjadi bagian elite yang ia maksud.

"Elite itu unsur pimpinan, saya juga bagian dari elite itu karena dulu saya ikut juga percaya dengan neoliberalisme. Saya dulu di Orde Baru, percaya neoliberal itu benar," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini