nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Bocah 7 Tahun Pengungsi Gempa Palu Dicabuli Seorang Pemuda

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 17 340 1965190 kronologi-bocah-7-tahun-pengungsi-gempa-palu-dicabuli-seorang-pemuda-FPpxdtd91w.jpg (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Polrestabes Makassar merilis kasus pencabulan anak di bawah umur yang menimpa bocah berinisial HS (7), siswi sekolah dasar (SD). Korban adalah anak korban gempa Palu yang mengungsi ke ke rumah keluarganya di kompleks Perumahan BTN Bumi Permata Sudiang (BPS), Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar AKP Diaritz Felle mengatakan, kejadian pecabulan terjadi pada siang hari sekira Pukul 14.00 Wita. Saat itu pelaku-sebelumnya oleh polisi disebut tiga orang-berjalan mencari rumah temannya yang ada di kompleks tersebut. Namun tidak sengaja pelaku bertemu dengan korban di jalan kompleks.

"Kronologinya berawal dari pelaku inisial IN berusia 14 tahun menuju ke rumah temannya di perumahan ini. Kemudian melihat korban sedang bersama temannya yaitu laki-laki berinisial B," kata Diariz saat merilis kasus ini, Rabu (17/10/2018).

Ilustrasi.

Selanjutnya kata Diaritz, pelaku meminta korban untuk mengantar dirinya mencari rumah temannya. Sementara teman korban laki-laki B disuruh pulang. "Jadi pelaku dan korban berjalan berdua bersama mencari rumah temannya," ujarnya.

(Baca juga: Balita 1,5 Tahun di Karawang Tewas Diduga Disodomi Anak Jalanan)

Dalam perjalanan, pelaku membawa korban ke sebuah rumah kosong. Pelaku kemudian menyuruh korban membuka celananya, namun ditolak. Pelaku kemudian memaksa dan melakukan pencabulan. Setelahnya, pelaku menjanjikan korban untuk mengantar korban pulang ke rumahnya.

"Setelah kejadian itu pelaku mengantar korban. Setelah itu bertemu dengan paman korban berinisial H. Kemudian korban memeluk pamannya kemudian menangis lalu menceritakan apa yang sudah terjadi," ungkap Diaritz.

Sementara pelaku IN yang masih berada di sekitar lokasi langsung diamankan oleh paman korban bersama warga setempat. "Kemduian H bersama warga mengamankan pelaku dan menghubungi Polsek Biringkanaya. Kemudian tindakan yang sudah dilakukan memeriksa visum korban ke rumah sakit. Kemudian membuat LP kemudian berkordinasi dengan dinas sosial," jelasnya.

Dikatakan Diaritz, status korban adalah pengungsi. Korban datang mengungsi ke Makassar bersama orang tuanya. Setelah itu orangtuanya kembali ke Palu.

"Korban dititip ke rumah tantenya. Orang tuanya pulang ke Palu. Jadi pelakunya tunggal. Dari hasil introgasi pelaku satu orang. Hasil visum sudah kelaur selaput darah dari korban," ungkap Diaritz.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini