Share

Polisi Selidiki Temuan Mayat Dicor Dalam Drum di Sukoharjo

Bramantyo, Okezone · Sabtu 27 Oktober 2018 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 27 512 1969792 polisi-selidiki-temuan-mayat-dicor-dalam-drum-di-sukoharjo-KVty32SKSv.jpg Warga saksikan tengkorak manusia dicor dalam tong di sekitat Jembatan Pondok, Grogol, Skoharjo. (Foto : Solopos/Bonny Eko Wicaksono)

SOLO – Penemuan mayat di dalam drum yang dicor di bawah jembatan Desa Pondok, Sukoharjo, Jumat, 26 Oktober 2018 di pinggir sungai Bengawan Solo, tepatnya di bawah Jembatan Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, masih terus diselidiki pihak kepolisian.

Penemuan mayat yang menggemparkan warga tersebut, pertama kali ditemukan salah satu pemulung yang bernama Muji Agung. Awalnya drum yang sudah berkarat ini akan diambil Muji untuk dijual sebagai rosok.

Keterangan dari Muji, pertama kali ditemukan tertutup sampah yang beserakan di sekitar lokasi kejadian. Berkarat juga dipenuhi lumpur.

Karena akan diambil luarnya saja, maka tong tersebut harus dipecah lebih dahulu. Namun begitu dibuka justru bau menyengat keluar. Saat diamati, ada kerangka yang terlihat.

"Dari jauh baunya gak kerasa, tapi saat mendekat baunya kerasa banget," tuturnya, Sabtu (27/10/2018).

Begitu di buka, baunya semakin menyengat. Dan saat di lihat yang muncul justru ada tulang. Selain terlihat juga selimut, mayat berkaus lengan panjang lorek. Karena ketakutan luar biasa, Muji segera melapor ke petugas.

Ilustrasi

Kapolsek Grogol, AKP Dani Herlambang sampaikan setelah mendapat laporan, pihak Kepolisian bersama tim SAR mengevakuasinya dan dibawa ke RSUD dr Moewardi, Solo.

Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban. Apalagi, dari keterangan tim forensik, rentang usia antara 25 hingga 60 tahun.

(Baca Juga : Tengkorak Manusia Dicor Dalam Tong Gegerkan Warga Sukoharjo)

"Kepolisian akan melakukan penyelidikan, kasusnya akan kita kembangkan nanti tentu akan terus kita kembangkan," ucapnya.

Sementara itu Waluyo salah satu warga sekitar sampaikan jika saat hujan air pinggiran sungai dimana drum tersebut ditemukan dipenuhi air. Sedangkan saat kemarau, airnya surut.

"Biasanya ketutup air. Namun saat kering begini ya surut meninggalkan tumpukan sampah," pungkasnya. 

(Baca Juga : Pria Tertidur di Halaman Masjid, ketika Dibangunkan Ternyata Sudah Meninggal)  

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini