Ini Sikap Istri Usai Divonis 10 Tahun atas Kasus Pembunuhan Suami yang Mayatnya Dicor

INews.id, · Jum'at 03 Juli 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 519 2240691 ini-sikap-istri-usai-divonis-10-tahun-atas-kasus-pembunuhan-suami-yang-mayatnya-dicor-6UMq6Sj47s.jpg Lokasi penemuan mayat Surono yang dicor oleh pelaku pembunuhan. Foto: Istimewa

JEMBER – Busani (45) divonis 10 tahun penjara karena membantu anaknya Bahar Mario (27) membunuh Surono. Surono sendiri merupakan suami Busani atau ayah dari Bahar.

Atas hukuman tersebut, pihak Bahar sudah lebih dulu mengambil sikap untuk banding atas hasil Sidang Putusan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Jember tersebut pada Kamis 2 Juli 2020. Lalu giliran sang ibu alias istri korban, Busani yang banding.

Kuasa hukum Busani, Siti Anisa juga mengambil sikap akan melakukan banding namun dia masih harus melakukan pertemuan dulu dengan tervonis.

“Ya, kami juga akan mempelajari lagi putusan majelis hakim. Kami upayakan bertemu Busani untuk membicarakan bagaimana baiknya,” kata Siti Anisa sebagaimana dikutip dari iNews pada Jumat (3/7/2020).

Di samping itu kuasa hukum Bahar, yakni Karuniawan Hamzah mengatakan akan melakukan banding. Dia menilai majelis hakim tidak mempertimbangkan satu pun keterangan terdakwa yang seharusnya bisa meringankan hukuman.

“Klien kami divonis 20 tahun dan tidak ada hal yang meringankan. Kami dari tim penasihat hukum Mario akan banding. Tapi, kami harus bertemu dulu dengan klien kami, baiknya bagaimana,” kata Karuniawan Hamzah.

Baca Juga: Divonis 20 Tahun karena Bunuh Ayah dan Cor Mayatnya, Kuasa Hukum Bahar: Kami Banding

Perkara pembunuhan melibatkan anak dan ibu ini terungkap pada November 2019 dan sidang putusannya digelar pada Kamis 2 Juni 2020. Sidang tersebut digelar secara virtual, kedua terdakwa mengikutinya dari Kantor Kejaksaan Negeri Jember.

Dalam sidang putusan itu Suwarjo selaku Ketua Majelis Hakim memutuskan 20 tahun hukuman penjara kepada Bahar Mario karena terbukti bersalah membunuh ayah kandungnya, Surono.

Mayat korban dikubur dan disemen atau dicor dalam tanah di bawah lantai musala rumahnya. Sementara ibunya Busani diputus 10 tahun penjara lantaran ikut membantu aksi pembunuhan itu.

Tak ada hal hal yang meringankan hukuman terhadap Bahar Mario karena dia dinilai sadar membunuh ayah kandungnya. Apalagi dalam persidangan, Bahar dinilai sangat berbelit-belit saat memberikan keterangan. Tak hanya itu, dalam persidangan, ia dinilai menunjukkan perangai kurang sopan.

Baca Juga: Heboh Mayat Dikubur Dalam Musala, Anak dan Istri Korban Saling Tuduh

Sementara hal yang meringankan ibunya, Busani, tidak pernah dipenjara sebelumnya. Dalam persidangan, terdakwa juga sopan dan memberikan keterangan tidak berbelit-belit.

Diketahui, kasus pembunuhan ini terungkap setelah penemuan kerangka manusia di lantai musala rumah warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember. Kerangka itu merupakan Surono, juragan kopi pemilik rumah tersebut.

Anak dan istri korban bersekongkol menghabisi Surono dengan alasan berbeda. Si istri tega ikut membunuh suaminya karena dendam pernah diselingkuhi sedangkan sang anak menghabisi nyawa ayahnya untuk mendapat harta warisan.

Surono mereka eksekusi pada Maret 2019. Dia dibunuh saat terlelap, dihabisi pakai besi berdiameter 10 cm. Kepalanya dihantam hingga tengkorak rahang dan pipinya hancur. Mayatnya kemudian dikubur dan dicor oleh kedua pelaku di area dapur rumah, yang kemudian dijadikan musala.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini