nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hilang Kendali, Bus Pariwisata Terguling di Pangandaran

Syamsul Maarif, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 15:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 27 525 1969732 hilang-kendali-bus-pariwisata-terguling-di-pangandaran-RxAPxeebYC.jpg Bus pariwisata terguling di Jalur Emplak, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Jabar. (Foto : Syamsul Maarif/Okezone)

PANGANDARAN – Bus pariwisata DMH Trans dengan nomor polisi D 7570 VC yang membawa rombongan Yayasan Al-Ma’soem Bandung terguling saat hendak berwisata ke Pangandaran, Sabtu (27/10/2018) pagi sekitar pukul 06.15 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalur Emplak, tepatnya di Lembah Putri di Dusun Karangsari RT 03/01 Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Akibatnya, bus yang membawa pelajar dan para guru Yayasan Al-Masoem sempat menutup badan jalan dan menyebabkan kemacetan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, beberapa penumpang harus mendapat penanganan medis yang serius dan dirujuk ke rumas sakit terdekat.

Bus pariwisata terguling di Jalur Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. (Foto : Syamsul Maarif/Okezone)

Sopir bus parawisata DMH Trans, Deni Hidayat (44) warga Kampung Pajagalan RT 03/04 Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, mengatakan, bus yang dikemudikannya seketika hilang kendali dan akhirnya terguling akibat mesin yang mendadak mati.

"Waktu itu saya kaget karena mesin mendadak mati hingga bus oleng ke kiri jalan," kata Deni.

Saat bus hilang kendali, datang sepeda motor dari arah berlawanan. Waktu itu, Deni mencoba menghindar agar tidak menabrak sepeda motor.

"Setelah itu laju bus oleng lagi ke kanan jalan hingga tergelincir dan akhirnya terguling," tambahnya.

Bus pariwisata terguling di Jalur Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. (Foto : Syamsul Maarif/Okezone)

Salah satu saksi mata, Madlani, mengungkapkan bus terguling tersebut mengangkut sekitar 50 penumpang pelajar dan guru dari Yayasan Al-Masoem, Bandung.

"Tujuan mereka datang ke Pangandaran untuk jalan-jalan family gathering ke Pantai Pangandaran," kata Madlani.

Madlani menambahkan, korban luka semua telah dievakuasi ke Puskesmas Kalipucang 3 orang ke Puskesmas Pangandaran 12 orang dan dirujuk ke RSUD Banjar 28 orang.

Berikut nama- penumpang bus pariwisata DMH Trans:

1. Roihani (patah tangan)

2. Kahila (patah tangan)

3. Arasi (patah tangan)

4. Nabila (patah tangan)

5. Harina (patah tangan)

6. Sentani (patah tangan)

7. H Karmina

8. Zahira

9. Hani Citrani

10. Dadang Rumdan

11. Jeni

12. Didik

13. Abas

14. Anggia (rujuk)

15. Mustajab

16. Misrina (rujuk)

17. M Ikbal

18. Deni Faturohman (rujuk)

19. Jihan (rujuk)

20. Titin

21. Dadan Rohendi (rujuk)

22. Ahmad bin Agus

23. Saeful Hakim

24. Rita Permata

25. Tati Rohayati

26. Endang Rahmat

27. Yunita (26)

28. Satun (24)

29. Isna (10 bln)

30. Emil (9)

31. Pipih L (28)

32. Yani

33. Tati R

34. Yunita Puji

35. Kosim

36. Tedi

37. Usep

38. Deni Kurwadi

39. Lilis Nurlaela (rujuk)

40. Rahman (rujuk)

41. Noval (rujuk)

42. Novelin (patah tangan)

43. Yayat

44. Risris

45. Euis Nuraeni

46. Dadan

47. Riski

48. Akmal

49. Feri

50. Salsabila

51. Bayi Pupuh (rujuk)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini