Begini Cara Polisi Usut Penyebab Kecelakaan Maut di Tanjakan Cae Sumedang

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 11 Maret 2021 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 525 2376174 begini-cara-polisi-usut-penyebab-kecelakaan-maut-di-tanjakan-cae-sumedang-fK0HKpTbcW.jpg Kapolda Jabar, Irjen Ahmad Dofiri. (Foto: Agung Bakti)

SUMEDANG - Pihak kepolisian berjanji mengusut tuntas kasus kecelakaan maut bus Sri Padma Kencana di Tanjakan Cae Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021). Kecelakaan itu mengakibatkan 27 penumpang tewas.

Pengusutan dimulai dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Termasuk dengan meminta keterangan dari Perusahaan Otobus (PO) Sri Padma Kencana hingga pihak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri menyatakan, dalam olah TKP, pihaknya menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA). Hasil olah TKP tersebut, kata Dofiri, diprediksi bakal keluar satu hingga dua hari ke depan.

"Sementara, tentu (hasil olah TKP) belum bisa saya sampaikan sekarang karena bagaimanapun juga olah TKP belum selesai. Nanti akan secara keseluruhan hasilnya besok atau lusa," kata Ahmad Dofiri, Kamis (11/3/2021).

Meski begitu, lanjut Dofiri, berdasarkan keterangan yang diperolehnya, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat turun hujan deras. Dia pun memprediksi sejumlah faktor penyebab, di antaranya kondisi jalan yang berupa turunan tajam dan berkelok. Faktor lain adalah sopir bus yang tidak memahami kondisi jalan yang dilintasinya.

"Ini kelihatannya (sopir) tidak terbiasa, kan bus pariwisata. Artinya, bukan bus regulernya, saya yakin tidak paham juga bahwa jalurnya untuk kendaraan biasa," ujarnya.

Baca juga: Kisah Wanita Korban Kecelakaan Maut di Sumedang, Lepaskan Pakaian saat Selamatkan Diri

Dalam kesempatan itu, Dofiri juga mengatakan bahwa jalur Tanjakan Cae yang merupakan bagian jalur alternatif Garut-Sumedang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi kendaraan besar seperti bus.

"Setahu saya jalan ini memang tidak diperuntukkan untuk bus besar seperti ini," imbuhnya.

Dia menjelaskan, jalur Garut-Sumedang merupakan jalur alternatif yang sempat ramai digunakan saat Jalur Lingkar Nagreg belum selesai dibangun beberapa tahun silam.

Baca juga: 27 Korban Meninggal Bus Masuk Jurang Teridentifikasi: 5 Guru, 10 Siswa dan 1 Balita

"Yang biasa dipakai waktu (lingkar) Nagreg belum beres, ini alternatif pengalihan Nagreg bisa melalui Wado," katanya.

Pihaknya memastikan bahwa jumlah total korban tewas akibat kecelakaan tersebut mencapai 27 orang dan 39 orang lainnya selamat, meski menderita luka-luka.

Pihak kepolisian bersama pihak terkait lainnya kini tinggal berupaya mengevakuasi bangkai bus yang terperosok ke jurang sekitar 20 meter dari bahu jalan.

"Sekarang kita mengusahakan menggunakan crane ya, saya kira lebih bagus, nanti pihak terkait juga mengusahakan mengangkat badan bus ini," ucap dia.

Terpisah, Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, dalam proses olah TKP, pihaknya juga melakukan scanning kondisi jalan hingga jejak ban.

"Dilakukan scanning terhadap kondisi jalan, geografis dan kendaraan serta jejak-jejak ban dan bodi kendaraan di aspal," katanya seraya mengakui bahwa pihaknya belum dapat memberikan kepastian terkait penyebab kecelakaan itu.

Eko juga menyatakan, pihaknya bakal memintai keterangan dari pihak PO Sri Padma Kencana hingga pihak ATPM.

"Pasti dimintai keterangan (PO bus) termasuk dari pihak ATPM," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini