Bolsonaro juga menyatakan akan menutup kedutaan Palestina di Brasilia karena letaknya terlalu dekat dengan istana kepresidenan. Menurut Bolsonaro, Palestina tidak punya hak untuk memiliki perwakilan diplomatik karena bukan sebuah negara.
"Palestina pertama perlu menjadi sebuah negara untuk memiliki hak atas kedutaan," ujarnya.
BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Brasil sebelumnya mengakui Palestina sebagai sebuah negara pada masa pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva. Namun, kandidat dari Partai Pekerja Lula, Fernando Haddad kalah dari Bolsonaro dalam pemilihan pekan lalu.
Pada Desember tahun lalu, Presiden AS, Donald Trump menyatakan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel ke sana pada Mei lalu. Langkah ini menyulut kemarahan dari negara Arab, Muslim dan sebagian besar negara dunia yang tidak mengakui yurisdiksi dan klaim Israel di Yerusalem.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.