nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masa Tanggap Darurat Kekeringan di Kulonprogo Diperpanjang

Kuntadi, Jurnalis · Sabtu 03 November 2018 05:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 03 510 1972735 masa-tanggap-darurat-kekeringan-di-kulonprogo-diperpanjang-X8XWaphxBl.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KULONPROGO - Masa tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Kulonprogo diperpanjang. Langkah ini terpaksa dilakukan, karena awal musim penghujan ini intensitas hujan masih rendah. Masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kita perpanjang lagi masa darurat kekeringan. Sebelumnya di bulan Oktober sudah kita perpanjang. Ini kali kedua," jelas Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo kepada wartawan, Sabtu (3/11/2018).

Meski masa darurat kekeringan diperpanjang, Pemkab Kulonprogo yakin masih bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga. Khususnya di Perbukitan Menoreh yang sudah tidak ada lagi mata air. Anggaran droping air bersih masih sekitar 400 tangki. Sehingga diperkirakan cukup sampai akhir tahun nanti, yang akan bersamaan dengan datangnya musim penghujan.

"Masih bisa kita tangani sendiri, dan stok kami perkirakan cukup," tutur Hasto.

 kering

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulonprogo, Suhardiyana mengatakan masa tanggap darurat itu akan diperpanjang untuk kali kedua dengan periode status pada 1-19 November 2018 ini.

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan masa darurat kekeringan mulai 25 Juli sampai dengan 30 September lalu. Namun karena hujan belum turun, pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat pertama untuk periode 1 Oktober sampai dengan 31 Oktober.

"Ini kali kedua kita ajukan perpanjangan karena hujan masih rendah," jelasnya.

Data di BPBD Kulonprogo tercatat ada 194 titik kekeringan yang tersebar di 30 desa yang ada di 8 kecamatan, Mayoritas berada di Perbukitan Menoreh dengan jumlah sekitar 7.436 kepala keluarga.

"Hanya empat kecamatan di selatan yang bebas dari kekeringan," jelasnya.

 kering

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi mengatakan perpanjangan juga mendasarkan dari perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Saat ini hujan mulai turun meskipun belum merata. hanya saja hujan inipun intensitasnya masih sangat rendah dan belum bisa mengisi sumur-sumur warga yang kering.

"Stok droping air bersih kita perkirakan cukup," tuturnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini