Soal 'Tampang Boyolali', TKN Jokowi Ingatkan Prabowo Tak Pakai Idiom Penghinaan saat Kampanye

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 03 November 2018 13:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 03 605 1972846 soal-tampang-boyolali-tkn-jokowi-ingatkan-prabowo-tak-pakai-idiom-penghinaan-saat-kampanye-AL6qSiZMhm.jpg Prabowo Subianto. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai pernyataan Prabowo Subianto tentang 'tampang Boyolali tidak pernah masuk hotel mewah' bernuansa rasisme dan bisa menyinggung masyarakat daerah itu.

“Pernyataan Prabowo terhadap warga Boyolali, seperti halnya pernyataan yang dilontarkan, bisa dikatakan rasis,” kata Karding dalam rilis yang diterima Okezone, Sabtu (3/11/2018).

Dalam pidatonya ketika itu, Prabowo seraya bercanda menyebut “tampang Boyolali” tidak mungkin pernah masuk hotel mewah.

Kunjungi Istri Almarhum Gus Dur, Prabowo Diberikan Buku

“Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul? Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini…” kata Prabowo saat berpidato di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 30 Oktober 2018 lalu.

(Baca juga: Prabowo Sewot ke Ibu-Ibu Berebutan Buku saat Berpidato di Ponorogo)

Akibat pernyataan itu, Prabowo telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya warga Boyolali bersama pengacara sekaligus politikus PSI Muannas Al Aidid.

Karding menilai Prabowo seakan hendak mendikotomikan kaya-miskin lewat pernyataannya tersebut. “Pernyataan itu jelas menginggung masyarakat Boyolali,” ucap politikus PKB itu.

Kunjungi Istri Almarhum Gus Dur, Prabowo Diberikan Buku

Karding menambahkan, penghinaan semacam Itu tidak pantas diucapkan seorang pemimpin. “Ini menunjukkan idiom-idiom kaya-miskin, idiom penghinaan masih dipakai oleh Pak Prabowo dalam berkampanye seperti halnya Trump di Amerika,” pungkas Karding.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini