Aksi unjuk rasa ini digelar tidak lama setelah pidato berapi-api Ayatollah Khamenei pada Sabtu, di mana dia memperingatkan AS agar tidak "membangun kembali dominasinya" yang pernah terjadi atas Iran sebelum 1979.
Namun, beberapa orang warga Iran melayangkan kekecewaannya - melalui media sosial Twitter - terhadap rezim yang berkuasa di Iran, dengan tagar #Sorry_US_Embassy_Siege yang bergulir hingga 19.000 cuitan di tweeter.
Ssalah-seorang pengguna tweeter menulis dalam bahasa Inggris: "Selama 40 tahun terakhir, rezim Islam Iran mencoba menghadirkan AS dan Israel sebagai musuh Iran. Tetapi orang-orang Iran tidak berpikir seperti mullah. Kami mencintai semua bangsa dan semua orang di dunia."
Yang lain berkata: "Amerika bukan musuh kita, musuh kita telah menjadikan kita sebagai sandera di rumah kita sendiri [negara]."
(Rahman Asmardika)