Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Siap Jatuhkan "Sanksi Terberat" Terhadap Iran

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 05 November 2018 |12:53 WIB
AS Siap Jatuhkan
Demonstrasi anti-AS di Teheran, 4 November 2018. (Foto: AFP)
A
A
A

AMERIKA Serikat akan resmi menjatuhkan sanksi "terberat" terhadap Iran, Senin (5/11), di tengah unjuk rasa masyarakat Iran yang mengecam tindakan AS.

"Sanksi terhadap Iran sangatlah kuat. Ini adalah sanksi terkuat yang pernah kami terapkan. Dan kita akan melihat apa yang terjadi dengan Iran," kata Presiden AS Donald Trump.

Sanksi ekonomi AS terhadap Iran ini diawali oleh keputusan Presiden Donald Trump pada awal tahun ini yang menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

Para pengamat mengatakan sanksi terbaru AS ini akan memukul Iran, utamanya terkait ekspor minyak, perbankan, hingga pengiriman barang.

Keputusan AS ini menimbulkan reaksi warga Iran yang pada Minggu (4/11) menggelar unjuk rasa di beberapa kota. Mereka meneriakkan yel-yel "Death to America."

Mereka mengecam sanksi ekonomi AS yang rencananya akan mulai diterapkan pada Senin (5/11).

Para pengunjuk rasa, yang dimotori kelompok garis keras, menolak upaya perundingan dengan Washington.

Sebagai reaksi lebih lanjut terhadap sanksi itu, militer Iran dilaporkan akan menggelar latihan pertahanan udara pada Senin (5/11) dan Selasa (6/11) untuk membuktikan kemampuan pertahanan mereka.

Unjuk rasa anti-AS berlangsung bertepatan dengan ulang tahun ke-39 pendudukan kedutaan Amerika Serikat di Teheran, yang menyebabkan permusuhan antara kedua negara selama empat dekade.

Mengapa AS memberikan sanksi kepada Iran?

Washington kembali memberlakukan sanksi kepada Iran setelah Presiden Trump pada Mei lalu menarik dari kesepakatan 2015 yang ditujukan untuk membatasi ambisi nuklir Iran.

Washington juga mengatakan ingin menghentikan apa yang disebutnya sebagai beragam kegiatan "jahat" Teheran, termasuk serangan dunia maya, uji coba rudal balistik, dan dukungan terhadap kelompok teroris dan milisi di Timur Tengah.

"Kami bekerja optimal untuk memastikan bahwa kami mendukung rakyat Iran dan bahwa kami mengarahkan kegiatan kami untuk memastikan bahwa perilaku buruk Republik Islam Iran dapat berubah," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kepada Fox News Sunday.

"Itulah tujuannya, itulah misinya, dan itulah yang akan kami raih atas nama presiden," paparnya.

Apa dampaknya?

AS telah secara bertahap memberlakukan sanksi terhadap Iran, tetapi para analis mengatakan putaran terakhir ini merupakan yang paling signifikan.

Lebih dari 700 individu, entitas, kapal dan pesawat akan dimasukkan dalam daftar sanksi, termasuk bank-bank besar, perusahaan eksportir minyak dan pelayaran.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement