nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah 3 Pekan Ditutup, Jalur Pendakian Merbabu Kembali Dibuka

Antara, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 11:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 07 512 1974408 -dhMdJRZRcT.JPG

BOYOLALI - Jalur pendakian Gunung Merbabu akhirnya dibuka kembali setelah ditutup selama kurang lebih tiga pekan. Sesuai jadwal, jalur pendakian Merbabu dibuka per 1 November 2018.

Seperti diketahui, semua jalur pendakian ke Gunung Merbabu ditutup sementara pada 8-31 Oktober 2018. Penutupan tersebut berkaitan dengan pemeliharaan jalur pendakian yang rusak parah, licin, dan membahayakan pendaki.

Gunung Merbabu ini memiliki lima jalur resmi pendakian, yakni jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali, jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan, serta jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan serta jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

“Penutupan jalur pendakian Merbabu tetap sesuai rencana, yakni 8-31 Oktober 2018 dan tanggal 1 November sudah dibuka kembali,” ujar Kasubbag TU Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu Johan Setiawan, melalui pesan singkat, seperti dikutip dari laman Solopos.com, Rabu (7/11/2018).

Selama ditutup, personel sukarelawan dan BTNG Merbabu mengadakan perbaikan jalur yang rusak akibat aktivitas pendakian. Selama masa penutupan itu pula di gunung yang bersebelahan dengan Gunung merapi tersebut terjadi dua kali kebakaran di kawasan hutan BTNG Merbabu.

Jalur Pendakian Merbabu

Pertama di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 2 Resor Selo BTNG Merbabu di Dukuh Gunungan, Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Boyolali, Jumat 12 Oktober 2018 lalu. Kebakaran bisa langsung dipadamkan setelah menghanguskan sekitar 15 hektare (ha) lahan.

Kedua, kebakaran terjadi mulai Minggu 14 Oktober 2018 di hutan sisi barat wilayah Getasan, Kabupaten Semarang, dan berlangsung beberapa hari hingga menghanguskan ratusan ha lahan. Bahkan dalam upaya pemadaman, dilakukan melalui udara menggunakan pesawat helikopter water boombing.

Menurut Johan, meski terjadi kebakaran dan memaksa personel sukarelawan dan BTNG Merbabu ikut dalam upaya pemadaman api, namun hal itu tidak mengganggu jalannya perbaikan jalur. "Momentumnya (kebakaran) pas saat kami antisipasi dengan penutupan,” pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini