nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlibat Kasus Narkoba, Warga Jember Lolos dari Hukuman Mati di Malaysia

Antara, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 12:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 08 18 1975016 terlibat-kasus-narkoba-warga-jember-lolos-dari-hukuman-mati-di-malaysia-64YydzruKK.jpg Ilustrasi Eksekusi Hukuman Mati (foto: Shutterstock)

KUALA LUMPUR - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Ahmad Tofiq, lolos dari hukuman mati dalam sidang di Mahkamah Tinggi Malaysia di Shah Alam, Kamis (8/11/2018).

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Datok Zulkifli bin Bakar tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah gagal untuk membuktikan bahwa Tofiq pemilik narkoba tersebut, karena tiga WNI yang ditangkap pada hari yang sama saat kejadian dan tekong (juragan) tidak dipanggil menjadi saksi.

(Baca Juga: 2 WNI Asal NTB Lolos dari Hukuman Mati di Arab Saudi) 

Hakim mengatakan banyak ruang kosong dalam kasus tersebut tentang siapa pemilik sebenarnya dari narkoba dalam kotak tersebut. Yang bisa membuktikan bahwa pelaku mempunyai pengetahuan tetang narkoba tersebut, jika tiga orang WNI memberikan keterangan.

"Apakah kotak tersebut dibawa oleh tiga orang WNI yang ditangkap bersama Tofiq atau kepunyaan tekong yang waktu kejadian tidak di tempat belum jelas," katanya.

Ilustrasi Hukuman Mati (foto: Okezone)Ilustrasi Hukuman Mati (foto: Okezone) 

Dalam kasus ini Tofiq telah dituduh dibawah Pasal 39B(1)(a) Akta Narkotika Berbahaya karena mengedarkan narkotika jenis methamphetamine seberat 3266.6 gram pada (6/4/2016) lebih kurang jam 11.15 malam di rumah tidak bernomor Batu 26 1/2, Kampung Morib Banting, Kuala Langat, Negeri Selangor Darul Ehsan.

Pihak pendakwaan rencanya akan memanggil saksi-saksi yang akan mengemukakan keterangan untuk membuktikan Tofiq telah mengedarkan narkotika berbahaya pada waktu sebagaimana dituduhkan.

Semua barang kasus yang diduga narkoba dalam kasus ini telah dikirim ke Laboratorium Kimia oleh pegawai penyelidik bernama Insp Azainafairus binti Zulkifli.

Hasil analisa oleh ahli kimia yaitu Mohamad bin Omar membenarkan narkoba yang dirampas oleh pengadu bernama Helmy bin Abdullah di dalam kasus ini adalah narkoba jenis methamphetamine seberat 3266.6 gram.

(Baca Juga: KBRI Kuala Lumpur Bebaskan WNI dari Ancaman Hukuman Mati) 

Pihak pendakwaan akan membuktikan melalui saksi-saksi pendakwaan serta keterangan dokumenter bahwa pelaku telah melakukan pengedaran melalui keterangan secara langsung dengan menggunakan dibawah pasal 2 Akta Narkoba Berbahaya 1952.

Pihak pendakwaan bisa membuktikan bahwa pelaku mempunyai pengetahuan tentang narkoba berbahaya tersebut. Pelaku telah melakukan kesalahan dibawah Pasal 39 B (1) (a) Akta Narkotika Berbahaya dan bisa dihukum dibawah Pasal 39 B (2) akta yang sama.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini