nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anies Akan Terima Penghargaan Pahlawan untuk Kakeknya A.R. Baswedan dari Jokowi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 08 November 2018 13:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 08 338 1975032 anies-akan-terima-penghargaan-pahlawan-untuk-kakeknya-a-r-baswedan-dari-jokowi-uE9srgIdg4.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan menerima penanugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Kakeknya A.R.Baswedan yang akan diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat.

A.R. Baswedan atau Abdurahman Baswedan lahir di Surabaya 9 September 1908 lalu. A.R. Baswedan dikenal sebagai jurnal yang memiliki rasa nasionalis tinggi, bahkan kakek dari Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berperan dalam perebutan kemerdekaan Indonesia. Muballigh, AR Baswedan terlibat dalam anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI),

Saat AR. Baswedan menjadi seorang diplomat pertama Indonesia yang berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia dari negara lain.

"Beliau diplomat Indonesia pertama yang mendapat pengakuan (de jure dan de facto eksistensi Indonesia) dari Mesir," katanya di Balai kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Kamis (8/11/2018).

basweda

(A.R. Baswedan/Foto: Wikipedia)

Anies bercerita, pada saat ibu kota pemerintahan Indonesia pindah ke Jogjakarta. AR Baswedan yang juga pendiri Persatuan Arab Indonesia (PAI) ikut hijrah ke Jogjakarta bersama tokoh pergerakan lainnya.

"Ketika Republik pindah ke Jogja, semua tokoh-tokoh pergerakan pindah termasuk kakek saya. Dan di Jogja dipinjami rumah oleh warga Jogja. Ada namanya Haji Bilal yang meminjamkan puluhan rumah untuk kami," ucapnya.

Anies mengaku pada saat kakeknya menjadi seorang wartawan dari surat kabar Tionghoa-Melayu Matahari atau Sin Tit Po sempat dikejar-kejar oleh Kolonial Belanda lantaran tulisan AR Baswedan dianggap mengancam pemerintahan Hindia Belanda.

"Mungkin teman-tema. bisa lihat beberapa waktu lalu, salah satu media menulis 100 tulisan yang mempengaruhi perjalanan bangsa, kira-kira begitu, salah satu tulisan AR Baswedan," tuturnya.

Anies mengenang, sesama hidup kakeknya selalu membawa kamera dan recorder, dan hingga saat ini Anies mengaku menyimpan koleksi kaset rekaman hasil perbincangan dan wawancara kakeknya dengan berbagai tokoh kala itu

"Karena beliau seorang wartawan. Dari mudanya wartawan, sampai akhir hayatnya. Kemanapun pergi selalu bawa kamera, kemanapun pergi selalu bawa tape recorder," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini