nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dinilai Abaikan Standar Keselamatan, DPR Desak Pemerintah Cabut Izin Lion Air

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 06:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 09 337 1975347 dinilai-abaikan-standar-keselamatan-dpr-desak-pemerintah-cabut-izin-lion-air-ymccDHUCVQ.jpg Pesawat Lion Air rute Bengkulu-Jakarta senggol tiang koordinat bandara (Foto: Okezone)

JAKARTA – Saat duka nestapa atas tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 masih menyelimuti keluarga korban, maskapai berlogo singa terbang itu kembali berulah. Ya, Lion Air dengan nomor penerbangan JT-633 rute Bengkulu-Jakarta baru-baru ini menyenggol tiang koordinat di depan gerbang ruang VIP Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

Insiden kecelakaan itu terjadi pada Rabu 7 November 2018 lalu sekira pukul 18.21 WIB. Saat itu pesawat baru saja taxi out dari parkiran bandara menuju runway untuk lepas landas (take off).

Peristiwa ini menyebabkan sayap bagian kiri sayap pesawat rusak cukup parah. Imbasnya, ratusan penumpang terpaksa diturunkan kembali menuju ruang tunggu.

Terkait insiden ini, anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah bertindak tegas kepada maskapai Lion Air. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator transportasi penerbangan menurutnya harus bernyali mencabut izin operasional maskapai tersebut. Sebab, Bambang melihat adanya keteledoran dari mereka dalam melaksanakan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

“Kalau enggak bisa memenuhi standarisasi keselamatan yang benar, daripada mengorbankan nyawa publik, ya terpaksa harus dicabut (izin operasional Lion Air-red),” kata Bambang kepada Okezone di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

(Baca juga: Sayap Lion Air JT-633 Rusak Usai Senggol Tiang Koordinat Bandara Bengkulu)

Ia menganggap adanya unsur kesengajaan dari Lion Air, sehingga mereka tidak memerhatikan regulasi keselamatan penumpang sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Kemenhub lanjutnya, diminta ketegasannya dalam menjatuhkan sanksi kepada Lion Air.

Sayap Lion Air

“Berarti, Menhub sebagai yang bertanggungjawab penuh kepada keselamatan transportasi penerbangan sesuai dengan Undang-Undang itu harus memberikan suatu teguran keras atau sanksi yang keras kepada Lion Air karena sudah tidak mengacu kepada standar keselamatan,” tegasnya.

Menurutnya, jika Lion Air tetap diberikan izin beroperasi oleh pemerintah tanpa membenahi kesalahannya, maka hal itu sama saja mengancam nyawa masyarakat ketika mereka tetap memilih maskapai murah sebagai alat transportasi udara baik untuk wilayah domestik maupun internasional. Padahal di satu sisi, negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap penumpang yang dari ancaman kecelakaan.

(Baca juga: 5 Fakta Pesawat Lion Air Tabrak Tiang di Bandara Bengkulu)

“Bila terus menerus seperti ini sangat membahayakan nyawa publik. Keselamatan nyawa publik atau penumpang harus dilindungi oleh negara,” tuntasnya.

Sebelumnya, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro meminta maaf atas insiden yang terjadi di Bandara Fatmawati-Soekarno itu.

"Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul. Terkait kondisi yang terjadi, Lion Air saat ini telah mengirimkan tim guna pemeriksaan terhadap pesawat tersebut," kata Mandala dalam keterangan tertulis yang diterima kemarin.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini