nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KNKT Gunakan Alat Tercanggih di Dunia untuk Temukan CVR Lion Air PK-LQP

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 14:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 09 337 1975527 knkt-gunakan-alat-tercanggih-di-dunia-untuk-temukan-cvr-lion-air-pk-lqp-sdFiQhnS5A.jpeg Ketua KNKT Soerjanto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan, telah mendapatkan alat baru dari Amerika Serikat (AS) untuk mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) black box pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat.

Saat ini, kata Soerjanto, alat canggih dari negeri Paman Sam itu telah diterjunkan untuk mulai melakukan pencarian. Harapannya CVR dengan cepat ditemukan. (Baca Juga: Total Sudah 194 Kantong Jenazah Korban Lion Air Diserahkan ke RS Polri Hari Ini)

"Tadi pagi, kita sudah memberangkatkan ada 2 alat bersama operatornya, boleh dikatakan tercanggih dan ini yang tercanggih di dunia," kata Soerjanto di Terminal JICT 2, Tanjung Priok, Jumat, (9/11/2018).

 

Ia menjelaskan, alat ini sendiri lebih canggih dibanding alat yang sebelumnya telah diterjunkan untuk melakukan pencarian. Sebab, sinyal dari suara CVR tersebut semakin melemah sehingga diperlukan alat tersebut sehingga diharapkan mampu mendeteksi di mana letak CVR itu.

"Alat canggih itu ping locator, finder, dia lebih sensitif dan arenya lebih sempit, sudutnya lebih tajam kalau yang lama itu lebih lebar, yang ini lebih sempit. Mudah-mudahan dengan alat yang sangat sensitif dan paling mutakhir ini bisa segera menemukan dimana CVR itu," tuturnya.

 Evakuasi korban Lion Air

Terkait masa pencarian sendiri, Soerjanto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pencarian secara maksimal. Karena katanya jika hanya menemukan FDR black box belum cukup tanpa adanya CVR.

"Kita mau nyari sampe ketemu. Jadi selama kita msh mampu karena pencarian itu kan membutuhkan dana. Karena kalau hanya cuma black box FDR aja yang kita temukan itu tidak lengkap jadi kita butuh juga CVR ini apa sih yang dibicarakan antar kedua pilot tersebut, nanti akan berhubungan masalah training, human factor masalah dari pesawatnya, hal ini sangat berkaitan dengan masalah human factor," tukasnya.

(Baca Juga: Dinilai Abaikan Standar Keselamatan, DPR Desak Pemerintah Cabut Izin Lion Air)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini