nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yusril Ihza Mahendra Ngaku Siap Jadi Pengacara Habib Rizieq

Antara, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 22:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 09 337 1975751 yusril-ihza-mahendra-ngaku-siap-jadi-pengacara-habib-rizieq-VU4zPWdBlM.jpg

JAKARTA - Pengacara kondang sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra menyatakan siap menjadi kuasa hukum Habib Rizieq Shihab yang hingga kini masih berada di Arab Saudi.

"Kami sudah menyampaikan pesan Ketua Umum PBB (Yusril) yang siap membela HR (Habib Rizieq) demi keadilan dan kepastian hukum," kata Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer, di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Sebelumnya, Rizieq didatangi aparat Kepolisian Mekkah karena kasus pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis.

Bendera tersebut terpasang pada dinding bagian belakang rumah yang ditinggali Rizieq di Mekkah. Menurut pria yang disapa Ferry ini, pemerintah harusnya memberikan perlindungan kepada setiap warga negaranya, baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga tidak ada kekhawatiran bagi keluarga WNI yang ditinggalkan di Tanah Air.

Ferry mengaku dirinya bersama rekannya, MS Kaban sempat mampir ke kediaman Habib Rizieq di Mekkah saat melaksanakan umrah pada 29 September 2018 hingga 6 Oktober 2018.

Pertemuan akhirnya dapat terwujud pada 3 Oktober 2018. Dirinya mengaku dapat bersilahturahmi secara langsung dengan HRS di rumahnya.

"Kondisi rumah beliau dari kota Makkah sekitar 15 menit perjalanan kendaraan. Sesampainya di rumah beliau, saya dan Pak Kaban memencet bel yang ada interkom videonya," ucap Ferry menceritakan.

Ketika sampai di kediaman HRS, dirinya juga sempat memperhatikan suasana di sekitar rumah. Dalam pengamatannya, sama sekali tidak ada pemasangan bendera atau spanduk-spanduk tauhid.

"Makanya ketika ada berita bendera tauhid di pagar rumah beliau, saya jadi ingat berita bahwa HB dikerjain lagi. Saya sebagai Sekjen PBB mengimbau agar pihak manapun setop kriminalisasi kepada semua warganya," tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini