nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemeriksaan Habib Rizieq di Arab Saudi Dinilai sebagai Upaya "Penggembosan" Reuni 212

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 14:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 11 337 1976249 pemeriksaan-habib-rizieq-di-arab-saudi-dinilai-sebagai-upaya-penggembosan-reuni-212-vXIXrlVDAs.jpg Habib Rizieq Shihab (foto: Okezone)

JAKARTA - Pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait adanya bendera berkalimat Tauhid di kediamannya di Makkah,Arab Saudi, dinilai sebagai salah satu upaya meredam atau "penggembosan" adanya gerakan reuni 212.

Reuni 212 sendiri merupakan gerakan dari kelompok umat Islam ketika itu untuk membela surat Al-Maidah ayat 51 yang dinilai telah dilecehkan oleh mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

(Baca Juga: Spekulasi Liar dalam Kasus Bendera Habib Rizieq Berdampak Saling Curiga) 

"Kaitannya kami tak sampai sebulan atau dua minggu 212 reuni harapan kami jutaan yang datang, target mereka kalau Habib bisa ditangkap bisa disegala macemin itu mungkin bisa kempes yang 1 juta," kata kuasa hukum Habib Rizieq, Eggi Sudjana dalam acara diskusi di D'Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018).

Oleh sebab itu, Eggi menduga adanya indikasi-indikasi operasi intelijen di balik kasus adanya pemasangan bendera berkalimat Tauhid di kediaman kliennya tersebut.

Pemasangan Bendera Tauhid di Kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah, Arab Saudi (foto: Istimewa)Pemasangan Bendera Tauhid di Kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah, Arab Saudi (foto: Istimewa) 

Salah satunya, kata Eggi, adanya seseorang yang tak dikenal sengaja mengontrak rumah di dekat Habib Rizieq. Dengan begitu, kata Eggi, orang itu yang mengawasi gerak-gerik pentolan FPI itu.

"Ini yang dimaksud operasi intelejen bahkan sampai ada sewa rumah sekitar situ dan juga difotonya paket zoom yang kurang lebih jarak 1 kiloan atau beberapa meter, dan jug di belakang rumah itu kan, ini satu indikasi operasi intelijen," papar Eggi.

Selain itu, Eggi mengklaim bahwa, pihak Kedubes RI tak mengutus tim apapun untuk membela Warga Negara Indonesia (WNI). Informasi itu, dikatakan Eggi, langsung dikonfirmasi langsung oleh Habib Rizieq saat menjalani pemeriksaan.

"Ini siapa yang bohong Menlu bilang tak ada jaminan tapi Dubes bilang ada bahkan mengutus seperti Kopasus yang dari Kedubes itu. Padahal dibantah sama Habib tak ada," klaim Eggi.

(Baca Juga: Eggi Bongkar Indikasi Operasi Intelijen di Kasus Bendera Habib Rizieq) 

Dengan adanya fakta itu, Eggi menyakini bahwa pemasangan bendera Tauhid dikediaman Habib Rizieq merupakan operasi senyap dari intelijen. Tujuannya, kata Eggi adalah untuk mengkriminalisasi kliennya itu.

"Jadi poinnya, operasi intelejen targetnya Habib celaka, Habib dideportasi sehingga bisa meruntuhkan wibawa," ucap Eggi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini