“Tentang video yang beredar dari peristiwa tersebut dari peristiwa guyonan tadi ternyata ada salah satu siswa yang merekam kemudian dimasukkan ke dalam story WA (WhatsApp) dan menurut anak hanya berlangsung selama 1 menit. Setelah itu dihapus dari sinilah video tersebut menyebar dan diviralkan oleh pihak lain,” terangnya.
Meski dinyatakan sekadar bercanda, namun tindakan itu dinilai melampaui batas kewajaran. Pihak sekolah tetap melakukan klarifikasi terhadap guru maupun para siswa.
“Pihak sekolah sudah melakukan penanganan terhadap semua anak yang terlibat dalam video tersebut pada Sabtu 10 November dan akan ditindaklanjuti dengan pemanggilan kepada orang tua pada Senin 12 November,” pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.