nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Longsor Terjang Rumah di Nias Selatan, 7 Orang Tertimbun, 1 di antaranya Tewas

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 11:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 11 608 1976194 longsor-terjang-rumah-di-nias-selatan-7-orang-tertimbun-1-di-antaranya-tewas-PYQGiXM2V2.jpg Bencana longsor di Kabupaten Nias Selatan, Sumut. (Foto : Robert Fernando H Siregar/Okezone)

NIAS SELATAN – Bencana longsor terjadi di Dusun II, Desa Sukamajumohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (10/11/2018). Longsor menimbun satu rumah yang dihuni tujuh orang.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal F Napitupulu melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Anthony Tarigan menerangkan, tujuh korban tertimbun longsor, ialah Aristina Laia Ina Elsa (33), Setiamas Hulu Ina Putri (30), Dalman Hulu (7), Putri Hulu (5), Kristofen Hulu (4), Rei Jaya Hulu (3), dan Noverman Hulu (2).

“Satu orang korban yang tertimbun longsor, yakni Kristofen Hulu (4), sudah ditemukan dan dievakuasi, namun telah meninggal dunia,” jelas AKP Anthony Tarigan kepada Okezone, Minggu (11/11/2018).

Koordinator Pos SAR Nias, Tonggor Gultom menyebut, satu unit rumah yang dihuni ketujuh korban diterjang dan terbawa longsor. Longsor terjadi diduga akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari.

Tim SAR bersiap mencari korban longsor di Nias Selatan. (Foto : Robert Fernando H Siregar/Okezone)

Tonggor mengutarakan, H+2 pasca bencana longsor, tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi. Tinggi timbunan longsor mencapai 10-15 meter. Proses evakuasi hanya mungkin dengan menggunakan alat berat atau ekskavator.

(Baca Juga : Sempat Tertimbun Longsor, Jalur Lintas Sumatera Pantai Barat-Panyabungan Sudah Dibuka)

“Alat berat sedang dalam proses pengiriman ke lokasi kejadian. Tim mencoba penyisiran untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan para korban, tentunya, berdasarkan perkiraan posisi rumah korban,”tutur Tonggor Gultom.

Kendala pencarian korban, ujar Tonggor Gultom, karena material longsor berupa tanah berlumpur dan berbatu besar, dengan ketebalan sekitar 10 hingga 15 meter. Tidak adanya fasilitas jaringan listrik di lokasi musibah dan jarak desa yang jauh masuk ke dalam hutan atau sekitar perjalanan 2 jam menuju Kecamatan Gomo.

(Baca Juga : Jalan Utama Bandung-Cianjur Selatan Terputus Akibat Tebing Longsor)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini