nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswi UGM Diperkosa, LPSK: Tak Harus Lapor karena Bukan Delik Aduan

Antara, Jurnalis · Senin 12 November 2018 15:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 12 510 1976703 mahasiswi-ugm-diperkosa-lpsk-tak-harus-lapor-karena-bukan-delik-aduan-sOWFqGBHaJ.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

YOGYAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban mendesak kasus dugaan permekosaan yang menimpa mahasisiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) saat kuliah kerja nyata (KKN) di Maluku agar diusut tuntas menurut aturan hukum yang berlaku.

"Kami mendorong agar persoalan semacam ini diselesaikan secara hukum supaya menjadi pembelajaran dan juga menjaga marwah Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai perguruan tinggi," kata Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Senin (12/11/2018).

Hasto mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa salah satu mahasiswi UGM tersebut bukan perkara delik aduan. Dengan demikian, kepolisian tidak perlu menunggu laporan untuk menindak kasus pidana tersebut.

"Karena bukan delik aduan tidak harus lapor. Bisa juga dengan pengaduan. Aduan bisa dilakukan fakultas," katanya setelah melakukan pertemuan dengan pihak Dekanat Fisipol UGM.

Ia mengetahui bahwa selama ini pihak rektorat maupun fakultas UGM telah membentuk tim investigasi yang selanjutnya membuat rekomendasi untuk dijalankan dalam penyelesaian kasus itu.

Meski demikian, upaya tersebut dianggap Hasto belum cukup karena hanya mencakup ranah etis internal kampus. Menurut Hasto, dengan menyelesaikan kasus itu secara hukum, masyarakat akan memberikan penilaian positif bagi UGM karena dianggap konsisten dan serius menyelesaikan kasus itu.

"Kalau ini sudah ke jalur hokum, orang melihat UGM konsisten. Meskipun penyelesaian secara etis dianggap sudah baik (oleh internal UGM), imej di luar seolah-olah UGM menutupi persoalan," tuturnya.

Ilustrasi Pemerkosaan

Sementara itu, Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto mengatakan bahwa pihaknya sepakat dengan dorongan LPSK. Dengan menempuh jalur hukum, menurut Erwan, akan membuat kasus yang menimpa salah satu mahasiswanya diselesaikan secara gamblang. Namun, untuk menuju ke jalur hukum, pihaknya masih perlu memerhatikan kondisi piskologis korban.

"Oleh karena itu, kami saat ini masih terus mendampingi penyintas. Kalau kondisi psikologis penyintas sudah siap, tentu ini akan dibawa ke ranah hukum," kata Erwan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini