nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Renae Lawrence "Bali Nine" Akan Bebas 21 November

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 03:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 15 244 1977994 renae-lawrence-bali-nine-akan-bebas-21-november-zYAsGs3w9G.jpeg Ibu Kandung Raene Lawrence, yakni Beverly Ann Jenguk di Rutan Kelas II Bangli, Bali (foto: BP/nan)

BALI - Terpidana kasus penyelundupan narkoba Bali Nine, Renae Lawrence bakal dibebaskan dari Rutan Kelas II Bangli, pada Rabu 21 November 2018 mendatang. Pria asal Australia akan mengakhiri masa hukuman selama 13 tahun.

Menurut Kepala Rutan Kelas II B Bangli, I Made Suwendra, jika terpidana Renae Lawrence dalam waktu dekat bakal dibebaskan tepatnya karena sudah berahir menjalani masa pidanya di rutan ini.

(Baca Juga: Tunggu Hukuman Mati, Tersangka Bali Nine Ini Pilih Sibukkan Diri) 

Dia menambahkan, Reane menjalani masa penahanan di rutan Bangli sekitar 4 tahun lalu tepatnya 2014. Karena sebelum di Bangli, yang bersangkutan sempat menjalani hukuman di Lapas Keroboon dan Rutan Negara.

“Selama menjalani masa hukuman di rutan ini yang bersangkutan menjalaninya dengan baik. Berdasarkan laporan dari petugas di rutan ini sikapnya juga baik selama di sini,” kata Suwenda, Rabu (14/11/2018).

Ilustrasi Penjara (foto: Shutterstock)Ilustrasi Penjara (foto: Shutterstock) 

Dia menjelaskan, tidak ada yang sifatnya khusus terkait pembebasan Laurence nanti. Karena pembebasan akan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlalu di Lapas Rutan ini.

Sebelum membebaskan yang bersangkutan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan bersurat terlebih dahulu dengan pihak Imigrasi Denpasar. Dimana saat pembebasan nanti, pihak Imigrasi bakal datang kesini untuk menjemput Renae.

“Saat bebas nanti kita akan buatkan berita acara dengan membuat surat keterangan bebas karena sudah selesai menjalani masa pidana. Setelah itu pengambilan sidik jari,” tegasnya.

(Baca Juga: Keluarga Duo Bali Nine Minta Belas Kasihan Jokowi) 

Tidak ada pengaman khusus yang dilakukan pihak Rutan saat penjembutan yang dilakukan nanti saat pembebasan. Yang jelas, pihaknya hanya tahu jika yang bersangkutan bakal dijemput oleh pihak imigrasi.

“Masalah sistem pengaman kita kurang tahu. Nanti minta keterangan langsng dari pihak Imigrasi. Karena teait ini kewenanagnya ada di imigrasi. Jadi kita kurang tahu seperti apa nantinya mengamannya,” pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini