RSUD Wamena Kesulitan Layani Pasien yang Tidak Bisa Berbahasa Indonesia

Antara, · Minggu 18 November 2018 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 18 340 1979504 rsud-wamena-kesulitan-layani-pasien-yang-tidak-bisa-berbahasa-indonesia-wAuNs7V4gm.jpg RSUD Wamena, Jayawijaya, Papua. (Foto: Ist)

WAMENA – Petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, kesulitan menghadapi pasien yang tidak fasih bahkan tidak tahu berbahasa Indonesia.

Direktur RSUD Wamena, Dokter Felly Sahureka, di Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu (18/11/2018), mengatakan bahwa selain pasien, para pengantar juga ternyata tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

(Baca juga: Siswi SD Meninggal Dunia Setelah Divaksin Campak dan Rubella)

Faktor bahasa kadang membuat petugas sulit mendiagonisis penyakit yang diderita pasien.

"Kami harus membayar orang khusus untuk mengartikan bahasa daerah ke bahasa Indonesia, sehingga pesannya bisa sampai ke pasien dan sebaliknya, dan petugas bisa melakukan pelayanan," ungkap dr Felly.

RSUD Wamena Papua. (Foto: Ist)

Ia mengatakan belum dilakukan survei jumlah pasien tidak bisa berbahasa Indonesia yang dilayani setiap tahunnya. Lalu jika pasien itu dirujuk atau datang dari kampung-kampung, maka sudah pasti tidak begitu pandai berbahasa Indonesia.

"Kalau pasien ini (yang tidak bisa berbahasa Indonesia) datang sendiri (tanpa diantar) ke RSUD, ini yang menjadi sulit melakukan komunikasi dengan pasien tersebut. Selama ini banyak seperti itu," cerita dr Felly.

(Baca juga: Petugas Medis Diancam Pakai Parang dan Busur, RSUD di Papua Ini Keluarkan Surat Edaran)

Manajemen RSUD Wamena mengimbau rumah sakit yang berada di daerah pemekaran agar ketika merujuk pasien ke Wamena, harus mengisi data pasien dengan jelas, dan bila perlu pengantar pasien yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini