Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lewat Buku Harian, Pakar Reptil Dokumentasikan Kematiannya Setelah Digigit Ular Berbisa

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 20 November 2018 |06:42 WIB
Lewat Buku Harian, Pakar Reptil Dokumentasikan Kematiannya Setelah Digigit Ular Berbisa
Schmidt yakin bahwa bisa ular pohon yang menggigitnya tidak akan berakibat fatal. (Chicago Daily Tribune)
A
A
A

INI kisah tentang ahli ular, Karl Patterson Schmidt, yang mencatat dengan terperinci proses kematiannya sendiri setelah digigit ular pohon.

Bisa dikatakan "perjalanannya" menjemput maut, berawal pada September 1957, ketika direktur kebun binatang di Chicago mengirim seekor ular ke museum sejarah alam di kota tersebut untuk keperluan identifikasi.

Tugas untuk memeriksa reptil dengan panjang 76 sentimeter ini diserahkan kepada Schmidt, pakar ular yang telah bekerja selama 33 tahun di museum tersebut.

Bidang keahliannya adalah ular karang dan sebagai kurator. Ia berhasil menjadikan museum tempatnya bekerja sebagai salah satu lembaga dengan koleksi ular terbesar di dunia.

Gigitan ular

Schmidt mencatat secara mendetail hasil observasi yang ia lakukan terhadap ular yang dikirimkan kepadanya tersebut.

Ia mencatat bahwa kulit ular ini memiliki pola dengan warna mencolok dan kepalanya mirip dengan ular pohon yang banyak ditemukan di Afrika Selatan, yang juga dikenal dengan sebutan boomslang.

Yang membuatnya penasaran adalah sisik ular di bagian anus tidak bercabang. Karena itu, ia memutuskan untuk memeriksanya lebih dekat.

Ular yang menewaskan Schmidt adalah ular pohon, dikenal juga dengan sebutan boomslang, seperti yang terlihat dalam foto ini. (Getty Images)

Schmidt mengangkat ular ini dan ketika itulah ular menggigit jempol tangan kirinya, meninggalkan dua bekas gigitan kecil.

Ia menghisap darah dari jempol kirinya dan memutuskan untuk tidak meminta bantuan dokter.

Ia justru kembali ke mejanya dan menulis efek racun ular terhadap dirinya. Kurang dari 24 jam kemudian, ia meninggal dunia.

Hari terakhir Schmidt

Keputusan untuk tidak meminta bantuan dokter, besar kemungkinan dilandasi keyakinan bahwa gigitan gigi belakang ular tidak akan fatal. Pandangan ini, ketika itu, banyak dipegang oleh ahli ular.

Bahwa, taring belakang ular pohon dari Afrika Selatan tidak cukup menghasilkan racun yang mematikan bagi manusia.

Itu sebabnya, setelah digigit ia pulang ke rumah dan terus mencatat efek bisa ular terhadap tubuhnya.

Catatan lengkap Schmidt bisa dibaca di buku hariannya, yang disiarkan oleh radio Amerika Serikat, PRI, dalam acara Science Friday. Dirilis pula video catatan harian, yang diberi judul "Diary of a Snakebite Death".

Schmidt membangun salah satu koleksi ular terbanyak di dunia. (Getty Images)

16:30 - 17:30 Sangat mual, tapi tidak muntah. Ini terasa dalam perjalanan ke Homewood dengan menggunakan kereta api.

17:10 - 18:30 Sangat dingin dan gemetar, diikuti demam (suhu tubuh 38.7 ºC). Pendarahan di mulut mulai sekitar pukul 17:30, sebagian besar pada gusi.

20:30 Makan dua roti panggang.

21.00 - 12.20 Tidur nyenyak.

12:20 Buang air kencing, yang keluar sebagian besar adalah darah, namun jumlahnya tidak banyak.

04:30 - Ambil minum, diikuti dengan mual dan muntah-muntah. Merasa lebih enak dan tidur hingga pukul 06:00.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement