nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekan Dampak Sosial, Tol Yogya-Bawen Dibangun Melayang

Rabu 21 November 2018 12:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 21 510 1980566 tekan-dampak-sosial-tol-yogya-bawean-dibangun-melayang-b4JIUF2HbD.jpg Foto: dok Krjogja

YOGYAKARTA – Jalan tol Yogakarta-Bawen diharapkan dapat direalisasikan pada 2019 akan dibangun elevated atau melayang. Hal itu untuk meminimalkan pembebasan lahan guna menekan dampak sosial yang timbul.

"Rancang bangun Tol Yogya-Bawen yang rencananya akan dibuat melayang, secara prinsip pendekatan tersebut dapat dibenarkan. Mengingat strategi segmentasi atau penanganan spesifik untuk beberapa segmen kritis bisa diterapkan," kata peneliti di Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Arif Wismadi di Yogya.

loading...

Arif mengungkapkan, apabila pertimbangannya semata-mata persoalan biaya, maka untuk setiap segmen yang akan dibuat melayang harus dibandingkan biayanya dengan yang tanpa dibuat melayang.

(Baca Juga: Daerah Harus Kreatif Manfaatkan Tol Baru)

 Sebaliknya, apabila pertimbangannya faktor lingkungan, maka yang diperhatikan tidak semata-mata aspek biaya pembebasan lahan, namun juga dampak lingkungannya. Secara prinsip, jika kebijakan pembangunan tol tersebut telah ditetapkan maka tugas engineer dan pakar yang merancang dengan memaksimalkan manfaat sekaligus antisipasi dampak yang tidak diharapkan.

"Perencanaan dan kajian soal Tol Yogya-Bawen tidak sekadar berkaitan rute, tapi dampak sosial dari pembangunan tol tersebut. Jadi butuh kecermatan supaya jangan sampai keberadaan jalan tol itu mengganggu tata ruang yang sudah ada," terangnya.

Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Program Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi mengatakan, apabila ada jalan tol yang trasenya masuk DIY, maka Pemda DIY harus bisa memanfaatkan in/out atau masuk/keluarnya. Rencana pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen tersebut memang sudah ada dalam Rencana Tata Ruang Nasional dan merupakan Program Strategis Nasional, sehingga sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

"Kami sudah memetakan dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X sudah sepakat dengan trase jalan tol tersebut untuk yang masuk DIY. Kita sampai yang di Trihanggo pojok Ring Road Barat Sleman sepanjang sekitar 12 km," kata Rani.

Rani menambahkan, yang berhak mengeluarkan desain pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen berikut trase-trase yang akan dilewatinya Pemerintah Pusat. Seharusnya apabila proyek jalan tol itu masuk Program Strategis Pembangunan Nasional, maka seharusnya dilaksanakan. Tetapi sejauh ini masih ada kendala penolakan dari DPRD Jawa Tengah.

"Jika jalan tol itu sudah masuk Program Pembangunan Strategis Nasional maka Pemerintah Pusat punya alasan menetapkannya. Pemda DIY sudah sepakat dengan Pemprov Jateng mengenai trase-trase rencana pembangunan Tol Yogya-Bawen, sementara yang menolak adalah DPRD Jateng," ungkap mantan Plt Sekda DIY tersebut.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini