nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stafnya Tersangkut Kasus Penyuapan, Ini Penjelasan KBRI Singapura

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 11:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 22 18 1981110 stafnya-tersangkut-kasus-penyuapan-ini-penjelasan-kbri-singapura-4IzJenNghr.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

SINGAPURA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura telah memulangkan seorang stafnya yang diduga tersangkut dalam kasus penyuapan di Negeri Singa. Hal itu dikonfirmasi dalam pernyataan resmi yang disampaikan pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) pada Rabu.

Dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Kamis (22/11/2018), KBRI Singapura menyebutkan bahwa tiga warga negara Singapura telah mencatut nama salah seorang staf KBRI dalam kasus suap yang mereka lakukan.

BACA JUGA: Tiga Warga Singapura Didakwa Atas Kasus Penyuapan Staf Kedutaan Indonesia

Setelah menerima informasi tersebut, KBRI segera melaporkannya ke Jakarta yang kemudian ditindaklanjuti oleh institusi asal staf yang bersangkutan. KBRI mengatakan bahwa staf yang bersangkutan telah ditarik pulang ke Tanah Air untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh institusi dan aparat berwenang di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, tiga warga negara Singapura, yaitu penerjemah lepas, Abdul Aziz Mohamed Hanib; agen asuransi, James Yeo Siew Liang; dan direktur sebuah perusahaan, Benjamin Chow Tuck Keong didakwa atas kasus penyuapan yang melibatkan Agus Ramdhany Machjumi, seorang staf administrasi dan teknis KBRI.

Channel News Asia melaporkan, penyuapan itu diduga diberikan agar pejabat KBRI memilih perusahaan asuransi tertentu sebagai penyedia jaminan untuk tenaga kerja Indonesia di Singapura.

James dituduh memberikan suap kepada staf KBRI melalui Abdul Aziz sebagai perantaranya. Sementara Benjamin dituduh bersekongkol dengan Abdul Aziz dalam meminta gratifikasi kepada James untuk pegawai KBRI.

KBRI di Singapura menjelaskan bahwa Pemerintah RI melalui institusi hukum terkait akan melakukan kerja sama penanganan hukum dengan institusi Singapura, sesuai ketentuan yang berlaku. KBRI juga menegaskan bahwa ketiga warga negara Singapura yang telah diseret ke pengadilan terkait kasus ini sama sekali tidak memiliki hubungan kerja dengan KBRI Singapura.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini