nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Desa di Aceh Larang Pemasangan WiFi di Warkop, Ini Alasannya

Windy Phagta, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 17:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 22 340 1981336 desa-di-aceh-larang-pemasangan-wifi-di-warkop-ini-alasannya-icT05pfOiT.JPG Anak-Anak Nongkrong di Warkop Aceh (foto: Instagram/@beduhunseni)

BANDA ACEH - Desa Curee Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh melarang penggunaan WiFi yang terpasang di warkop-warkop desa setempat, dan apabila ada pemilik warkop yang bandel tetap memasang WiFi akan dibawa ke ranah hukum.

Peraturan desa ini merupakan hasil rapat perangkat desa, karena menilai penggunaan WiFi oleh anak -anak di bawah umur sudah kelewatan batas dan hanya menimbulkan mudarat.

(Baca Juga: Warung di Aceh Besar Wajib Tutup saat Azan Sesuai Instruksi Bupati) 

"Kami mengambil kesimpulan, memang WiFi memang manfaat banyak bagi orang yang mengerti WiFi, yang kedua bagi anak yang masih dalam pendidikan tidak sanggup mereka, tidak terkendali bagi meraka masih belajar, kenapa saya bilang begitu, karena menurut pantau saya, perangkat desa di desa, memang wajar meraja lela WiFi," ujar Kepala Desa Curee Baroh, Helmiadi Mukhtaruddin, Kamis (22/11/2018).

Helmiadi menambahkan, kalangan pelajar di desa tersebut banyak yang menyalah gunakan perangkat WiFi tersebut, dimana maraknya aksi bolos santri dari tempat balai pengajian serta tingginya angka pencurian handphone oleh anak-anak di bawah umur.

“Bagi anak yang masih di bawah umur dan sedang dalam pendidikan mereka belum mampu memanfaat fasilitas WiFi dengan baik. Karena hasil pantauan kami di lapangan bersama perangkat desa WiFi sangat merajalela pada anak-anak,” ujarnya.

Ilustrasi WiFi 

Keputusan pelarangan perangkat WiFi di warkop -warkop yang berada dalam kawasan desa tersebut dikeluarkan melalui surat imbauan desa. Setelah perangkat desa bermusyawarah mengenai fenomena yang timbul bagi anak-anak karena penyalah gunaan WiFi.

Menurut Helmi, banyak santri-santri yang bolos akibat WiFi, meminta izin pada orang tua untuk mengaji di dayah, namun ruupanya mereka malah ke warkop untuk menggunakan WiFi.

Dalam surat larangan yang ditandatangani oleh perangkat desa itu tercantum dua poin krusial yang merupakan hasil keputusan rapat perangkat Gampong Curee Baroh.

(Baca Juga: Ditolak Ulama, Slank Terancam Batal Konser di Aceh) 

Poin pertama, mengingat akibat yang ditimbulkan oleh jaringan WiFi yang dapat merusak generasi muda, terutama sekali anak-anak di bawah umur, karena WiFi sekarang sudah sangat merajalela, maka dengan ini sesuai dengan hasil keputusan rapat semua pemilik jaringan WiFi yang ada di Gampong Curee Baroh harus di non aktifkan/dihentikan dengan segera.

Poin kedua, sabu-sabu, ganja dan yang sejenisnya jangan ada di Gampong Curee Baroh. Mengingat semua jenis barang tersebut dapat merusak moral generasi muda. Apa bila masih ada warkop yang menggunakan WiFi setelah adanya himbau tersebut, pihak desa akan menempuh jalur hukum bagi pemilik warkop yang membandel.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini