nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Kronologi Penembakan Anggota PPS di Sampang

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 18:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 23 519 1981966 begini-kronologi-penembakan-anggota-pps-di-sampang-AJhFqrdawN.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SURABAYA - Salah seorang anggota PPS di Kabupaten Sampang, Subaidi (40), tewas ditembak Idris (30) warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah. Korban ditembak pada dada kiri menembus pinggang kanan bawah sebelah kanan.

Tersangka berhasil ditangkap polisi ketika hendak kabur ke Kabupaten Pamekasan, tepatnya di daerah Karang Penang. Kini tersangka yang merupakan seorang jurnalis media lokal di Madura itu dijebloskan dalam tahanan mapolres Sampang.

Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ayat 1 ke 1e dan 2e KUHP atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 1 ayat 1 UURI Nomor : 12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama lamanya 20 tahun.

 Baca juga: Ini Motif Penembakan Petugas PPS di Sampang

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan kronologis peristiwa penembakan sendiri berawal ketika ada Ustad Bahrud berasal dari Desa Sokobanah Laok dan mengaku perwakilan dari FPI datang ke rumah Tersangka pada Minggu 28 Oktober 2018.

 Penembakan

Tujuan Ustad Bahrud datang ke rumah Tersangka untuk mengklarifikasi dengan membawa 3 lembar kertas yang berisi Screnshoot postingan di dalam media sosial Facebook Habib Bahar yang sedang memegang samurai dengan kata-kata siapa ingin merasakan pedang ini.

Kemudian dibalas oleh nama akun Idris Afandi Afandi yang menyebutkan saya pingin merasakan tajamnya pedang Habib Bahar tersebut. Dengan adanya hal itu Ustad Bahrud mengklarifikasi kepada tersangka. Lalu tersangka menjelaskan bahwa nama akun Idris Afandi Afandi benar miliknya, namun bukan dirinya yang membalas komentar Habib Bahar karena HP ( Android ) tersangka telah dijual.

 Baca juga: Pelaku Penembakan Petugas PPS di Sampang Ditangkap, Motifnya Masih Didalami

"Tersangka ingat pada saat menjualnya lupa belum Log Out dari aplikasi Facebook. Pada keesokan harinya tersangka ditelepon kakak iparnya dan mengatakan di Facebook ada unggahan video tersangka saat diklarifikasi oleh Ustad Bahrud. Dimana yang mengunggah adalah Ahmad Alfateh dengan disertai kata-kata yang membuat tersangka tersinggung," terang Barung, Jumat (23/11/2018).

Lalu tersangka langsung mencari informasi dengan bertanya kepada temannya bernama Suryadi, apakah benar seorang dengan nama akuh Ahmed Alfateh mengunggah video tersangka. Tersangka meminta Suryadi untuk melihat akunnya dan setelah dibuka ternyata benar informasi yang disampaikan oleh kakak ipar Tersangka.

Setelah itu tersangka mendatangi teman yang lain bernama Sakroni ( Perawat Puskesmas ) dan kembali mencari informasi apakah tahu siapa pemilik akun Ahmed Alfateh tersebut. Sakroni tahu usak melihat foto profil Ahmed Alfateh menggunakan baju seperti dokter. Dari situ Tersangka tahu bahwa nama asli pemilik akun Ahmad Alfateh adalah Subaidi.

 Baca juga: Petugas PPS Korban Penembakan di Sampang Akhirnya Meninggal

"Tersangka sempat mendatangi rumah Subaidi dengan maksud untuk mengklarifikasi akan postingan/unggahannya tentang video tersangka, namun tersangka tidak bertemu dengan Subaidi, tersangka hanya bertemu mertua perempuannya, dari mertua perempuannya tersebut tersangka tahu bahwa Subaidi bekerja sebagai tukang gigi dan sedang berada di Malang," ucap Barung.

Pada Rabu 21 November 2018 tersangka keluar rumah dengan tujuan pergi ke pasar Plerenan Desa Tobai Timur untuk membeli tempat gendong bayi, dan pada saat perjalanan tepatnya di Dusun Gimbuk Timur, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, tersangka berpapasan dengan Subaidi.

Tersangka dengan menggunakan sepeda motor dari arah Utara, sedangkan Subaidi juga menggunakan sepeda motor dari arah Selatan. Saat itu Subaidi terus memandangi tersangka dan ketika sudah dekat Subaidi menabrak rersangka dengan motornya hingga terjatuh di sisi kiri.

"Sedangkan Subaidi tidak jatuh hanya sepedanya yang roboh ke kanan, setelah itu Subaidi mengeluarkan pisau dari balik baju pinggang sebelah kiri dan menyabetkan pada tersangka, namun berhasil menghindar dengan cara mundur, saat mundur tersebut tersangka mengambil senjata api rakitan yang di simpan di dalam kantong," papar Barung.

Ketika Subaidi terpeleset dan jatuh membuay pisaunya terlepas, saat itu juga tersangka menembakkan senjata apinya pada Subaidi, dan mengenai dada kiri sampai tembus pinggang kanan bawah. Lalu tersangka lari ke arah Barat Daya dan meninggalkan sepeda motornya karena Subaidi masih mencoba mengejar tersangka sambil mengambil batu dan melempari.

"Korban akhirnya meninggal setelah sempat dibawa ke RSU Dr Soetomo Surabaya. Dalam kasus ini polisi menyita senjata api rakitan yang dipakai tersangka menembak korban. Polisi masih menyelidiki darimana tersangka mendapatkan senpi rakitan itu," tandas Barung.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini