Diungkapkan Muhammad, orang-orang yang berziarah ke makam tersebut rata-rata berwasilah dengan cara melakukan tahlil. Ketika mereka melakukan tahlil, mereka akan duduk menghadap ke makam, sambil membuka tudung dan berdoa ke arah batu nisan.
Saat Okezone mendatangi lokasi, salah seorang peziarah bernama Misna dan anak-anak dari Majelis Ta'lim Al-Muqorrobin datang. Mereka datang menggunakan kendaraan pikap terbuka ke makam keramat tersebut.
(Baca Juga: Stadion Benteng Dulu Dicintai, Kini Terbengkalai)
"Mumpung lagi libur hari Maulid, sekalian ajak anak-anak ke sini biar belajar sejarah Islam. 'Ngalap' (ngambil) berkah kalau kata orang dulu mah," kata Misna usai melakukan tahlil.
Makam Keramat Panjang, di Jalan Cituis, Keramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang (foto: Anggun T/Okezone)
Misna menambahkan, pembelajaran sejarah Islam untuk anak-anak dapat membuat mereka menghargai jasa ulama. "Mereka juga kan pejuang Islam di jalan Allah yang,tanpa ada perjuangan ulama terdahulu kita enggak akan bisa begini. Makanya ini semacam ilmu juga buat generasi penerus bangsa lah," urai Misna.
Makam Keramat Panjang sebelumnya sempat direncanakan menjadi tempat wisata religi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun, pihak juru kunci dan warga sekitar tak mengizinkan. Dikhawatirkan akan ada permasalahan yang sensitif jika sudah mengarah soal uang.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.